RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ berhasil mengungkap 5 kasus penyalahgunaan narkotika dalam kurun waktu 3 bulan. Mayoritas adalah peredaran tembakau gorila. Menyusul kemudian peredaran sabu dan ganja.

Kepala BNNP DIJ Nanang Hadiyanto menuturkan kelima kasus tergolong menonjol. Beberapa justru berasal dari luar Jogjakarta. Terungkapnya kasus berawal dari pengembangan kasus sebelumnya.

“Kurun waktu Januari sampai Maret berhasil mengungkap 5 kasus narkotika dengan 5 orang tersangka dan barang bukti ada sabu ganja kemudian tembakau gorila. Sementara ini barang bukti sedang diuji di laboratorium,” jelasnya ditemui di Kantor BNNP DIJ, Selasa (16/3).

Ungkap kasus awal adalah penangkapan tersangka inisial NH. Berlangsung 7 Januari berawal dari pengembangan kasus sebelumnya. Sosok ini diamankan di Surakarta Jawa Tengah dengan barang buktiĀ  sabu seberat 7 gram.

Kasus kedua adalah penangkapan kepada tersangka inisial TTP. Berlangsung 25 Februari dengan barang bukti tembakau gorila. Total barang buktinya diamankan sebanyak 34,6 gram.

“Kedua kasus awal ini TKPnya luar Jogja semua. Sabu itu ditangkap di Surakarta lalu yang tembakau gorila di Klaten. Tapi peredaran sampai ke Jogjakarta,” katanya.

Kasus ketiga penangkapan tersangka peredaran ganja. Ditangkap 1 Maret dengan barang bukti seberat 105 gram. Sosok yang ditangkap berinisial YES.

Kasus keempat penangkapan terhadap tersangka RHF. Sosok ini diketahui berjualan tembakau gorila. Ditangkap 11 Maret dengan barang bukti seberat 55 gram. Kasus keenam dengan tersangka FWP. Berupa ganja gorila seberat 14,5 gram.

“Kedua kasus ini ditangkap atas pengembangan kasus yang sama. Ditangkap 11 Maret di Klaten Jawa Tengah,” ujarnya.

Kasus terakhir adalah hasil ungkap BNNK Bantul. Barang bukti yang diamankan adalah sabu seberat 5,61 gram. Dari kasus ini berhasil diamankan 2 tersangka berinisial SH dan AHB.

Keduanya ditangkap 2 Maret di Sukoharjo Jawa Tengah. “Bukti kalau para tersangka adalah pengedar adalah adanya timbangan.

Jadi dipecah menjadi paket lebih kecil. Semua kasus saat uhu sudah masuk proses sidik,” katanya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal