RADAR JOGJA – Peserta kirab Labuhan Merapi dihebohkan dengan temuan kerangka manusia. Tepatnya di lereng bukit Kendil Kapanewon Cangkringan Sleman. Lokasi penemuan kerangka manusia ini tak jauh dari diselenggarakannya labuhan, Bangsal Srimanganti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemu kerangka manusia tersebut adalah Maskuri dan Suryono. Keduanya adalah warga Kapanewon Cangkringan yang ikut dalam rombongan labuhan Merapi. Pasca penemuan, keduanya langsung melaporkan ke tim SAR DIJ yang ikut dalam rombongan.

“Benar ada temuan kerangka di lereng bukit Kendil, sekitar pukul 10.08. Penemuan ini setelah labuhan Merapi selesai,” jelas Kapolsek Cangkringan AKP Nidia Ratih dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/3).

Kedua saksi naik ke Bukit Kendil atas perintah juru kunci Merapi Mas Wedana Surakso Hargo. Keperluannya adalah mencari oleh-oleh dari alam berupa daun atau batang pohon. Aktivitas ini sendiri merupakan bagian dari prosesi labuhan Merapi.

Oleh tim SAR DIJ, laporan saksi langsung diteruskan ke personel Polsek Cangkringan dan Polda DIJ. Diketahui bahwa dalam rombongan labuhan Merapi tak hanya diikuti abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tapi juga pendamping dari unsur TNI, Polri dan tim SAR.

“Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung mengevakuasi kerangka manusia tersebut. Dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi guna mengungkap identitas korban,” katanya.

Nidia menuturkan petunjuk identitas sangatlah minim. Terbukti dari tidak adanya identitas yang melekat di tubuh. Termasuk tidak ada laporan warga sekitar yang kehilangan anggota keluarganya.

Saat ditemukan kerangka manusia berada dalam lubang terbuka. Posisinya terlentang menghadap ke atas tepatnya ke arah Gunung Merapi. Belum diketahui secara jelas jenis kelamin kerangka manusia tersebut.

“Didalam tubuh korban tidak di temukan identitas apapun. Bagian tubuh korban yang masih utuh di kedua kaki ke bawah dan kedua tangan,” ujarnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal