RADAR JOGJA – Tergiur ingin memiliki kendaraan roda dua, AFR, 26, nekat mencuri Honda Mega Pro milik Yoga Surya Nugrahajati.

Peristiwa pencurian ini terjadi di Tegal Mlati, Jombor Lor, Sinduadi Mlati, Sleman, Minggu dini hari (21/2). Modusnya dengan menyambungkan soket kunci kontak dan menuntun menjauhi lokasi pencurian.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto menjelaskan, pada awalnya pelaku hanya mendatangi kediaman kekasihnya. Saat pulang warga Kotagede Kota Jogja tersebut melihat Honda Mega Pro. Mengetahui kendaraan tak terkunci pengaman, pelaku nekat membawa kabur.

“Jadi dia itu pulang ngapel dari rumah pacarnya. Setelah pamit lalu melihat ada sepeda motor yang terparkir di halaman tersebut tanpa dikunci stang. Soket starter juga dalam posisi sudah terlepas dan saat disambung tiba-tiba indikator speedometer menyala,” jelasnya ditemui di Mapolsek Mlati, Selasa (9/3).

Setelah menyala, AFR tidak langsung memelintir tuas gas. Dia terlebih dahulu menuntun sepeda motor menjauhi lokasi pencurian. Setelah dirasa aman, pemuda pengangguran ini langsung memacu gas menuju Kotagede.

AFR tidak langsung membawa pulang kendaraan roda dua tersebut. Namun terlebih dahulu memarkirkan di halaman masjid di kawasan Gedong Kuning, Kotagede. Selang sehari setelahnya, bersama seorang teman, AFR mengambil motor curian tersebut.

“Jadi dia ambil bersama temannya yang bernama Lucky. Sosok ini adalah montir yang kini berstatus saksi. Lalu keduanya menuju bengkel milik saksi Lucky,” katanya.

AFR meminta saksi Lucky untuk memodifikasi motor curiannya. Selain untuk mewujudkan motor impian juga upaya menghilangkan jejak. Beberapa bagian asli dijual dan hasil penjualan dibelikan aksesoris motor.

“Setelah sampai di bengkel laku meminta kepada Lucky, temannya pelaku itu agar sepeda motor dimodifikasi biar tidak kelihatan aslinya. Ada beberapa bagian dalam sepeda motor lepas kemudian dijual untuk biaya modifikasi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, aksi ini baru pertama kali dilakoni pelaku. Hanya saja pihaknya masih terus mendalami keterangan pelaku. Termasuk mengumpulkan data dari beberapa Polsek di wilayah Jogjakarta.

Akibat aksinya ini, pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP. Ancaman hukuman berupa kurungan penjara maksimal 5 tahun. Barang bukti yang disita berupa Honda Mega Pro dengan plat nomor AD 6929 UJ dalam kondisi tidak utuh.

“Ngakunya melakukan aksi pencurian baru sekali ini, karena memang yang bersangkutan belum kami dapatkan petunjuk atau TKP barang bukti yang lain. Alibinya kepingin punya kendaraan,” katanya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal