RADAR JOGJA – Mengaku Polisi berpangkat Aiptu, PRĀ  50 ,alias Rudi Istianto kakek 2 Cucu ,buruh harian lepas, warga Seyegan berhasil memperdayai 4 korbannya.

Tak hanya kerugian materiil, 2 korban diantaranya menderita kerugian imateril.

Dalam beraksi, pelaku selalu mengaku berpangkat Aiptu. Tak hanya itu pelaku juga melengkapi diri dengan atribut kepolisian. Seperti kaos bertuliskan Police dan Turn Back Crime hingga kaos bertuliskan Pelopor.

“Ide spontan saja, saat ditanya pekerjaannya apa langsung spontan terlintas sebagai polisi. Untuk membiayai anak 5 dan 2 cucu. Kalau kaos beli di Koperasi dekat kantor Polda (Polda DIJ),” jelasnya di Mapolsek Mlati, Selasa (9/3).

Untuk memuluskan niatnya, pria berusia 50 tahun ini juga berjanji menikahi para korbannya. Terbaru adalah korban berinisial FD, 41, warga Tegal Mraen Sendangadi Mlati Sleman. Selain kerugian materil FD juga menderita kerugian imateril.

Secara terang-terangan PR mengaku sudah melakukan hubungan suami istri. Tak hanya sekali tapi hingga 8 kali. Berawal dari pertemuan pertama 1 Januari 2021. Hingga akhirnya berlanjut di kediaman korban.

“Kami juga pernah melakukan hubungan suami istri, di Kaliurang 2 kali lalu dirumahnya sekitar 6 kali. Saya menjanjikan akan menikahi dia,” katanya.

Saat didesak, PR akhirnya mengaku tidak hanya dengan FD melakukan hubungan terlarang. Dia menyebutkan sempat melakukan hal serupa kepada korbannya yang berasal dari Bantul. Modusnya sama dengan mengaku sebagai polisi.

Korban lainnya adalah seorang perempuan asal Kapanewon Minggir. Bedanya PR hanya sebatas melakukan perbincangan melalui aplikasi. Sementara total korban yang didekati oleh PR sebanyak 4 orang.

“Kalau yang bobok cuma sama 2 orang saja. Total ada 4 orang, usianya antara 40 sampai 42. Status janda ada 3 orang, sementara yang satu masih ada suami tapi tidak harmonis. Ngakunya sudah nyaman sama saya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku berkenalan dengan korban di pertengahan Desember 2020. Lalu bertemu untuk pertama kalinya saat pergantian tahun. Pasca dilaporkan oleh korban FD, pelaku ditangkap 6 Maret.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto menuturkan profesi asli PR adalah buruh harian lepas atau serabutan. Kepada para korban, pelaku juga mengaku belum menikah. Faktanya pelaku masih memiliki 1 istri dengan 5 anak dan 2 cucu.

“Kalau kerugian materiil korban (FD) mencapai Rp 5,5 juta. Rinciannya 4 kali diserahkan secara tunai dan sekali secara transfer,” katanya.

Kedok pelaku terbongkar setelah adanya informasi di grup WhatsApp milik warga. Bahwa pelaku juga melakukan aksi serupa dengan perempuan yang berbeda. Mengaku sebagai Polisi dan berjanji menikahi korbannya.

“Warga menghubungi kami dan kami langsung datang ke TKP dan lakukan penangkapan. Pelaku dijerat dengan Pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara.(dwi/sky)

Hukum Kriminal