RADAR JOGJA – Berbekal peci hitam dan nama samaran Gus Bahar, warga Trenggalek M Yunus 46, mengaku bisa menggandakan uang Rp 10 menjadi Rp 2,2 miliar .

Dengan pembawaan yang dibuat kalem dan bijaksana layaknya seorang ulama. Kedoknya mulai terbongkar ketika Gus Bahar selalu mangkir ketika diajak ketemuan oleh korbannya, seorang ibu.

M Yunus mengatakan,” Ia mengaku sebagai Gus, anak Kiai. Kalau punya uang Rp 10 juta saya ritualkan bisa dapat Rp 2,2 Miliar,” jelasnya ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (9/3).

Berawal dari sinilah korban percaya akan buaian seorang Yusuf. Hingga akhirnya disepakati untuk menyerahkan uang sejumlah Rp 10 juta di sebuah cafe kawasan Kapanewon Pakem. Tak terhenti, korban juga mentransfer sejumlah uang atas permintaan tersangka.

“Buat harian, uang dihabiskan untuk senang-senang, tidak punya pekerjaan. Sejak 2017 sudah 2 korban. Kalau ide mengaku ulama, dapat dari saya sendiri, inisiatif,” katanya.

Kanit II Ranmor Satreskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh Prabowo menuturkan modus tersangka cukup lihai. Bermodalkan pendekatan dan cara bicara hingga mampu memperdayai korbannya. Korban pada awalnya tergiur dengan janji Gus Bahar alias Yunus.

Aksi penipuan semakin mulus saat sang ulama gadungan meminta korban menyediakan kamar khusus. Fungsinya untuk melakoni ritual penggandaan uang. Lokasinya berada di kediaman milik korban.

“Tapi setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak datang dan malah menghilang. Nomor milik pelaku juga tidak bisa dihubungi. Keuntungan yang dijanjikan tak kunjung tiba masih ditambah uang milik korban tidak dikembalikan,” ujarnya.

Modus serupa pernah dilakoni di tahun 2018. Kala itu satu korban asal Kabupaten Bantul sempat terjerat. Setelah mendapatkan uang, Gus Bahar langsung kabur dan menghilang.

Kepada korbannya kali ini, Yunus menerapkan modus yang sama. Dari hasil penyidikan, korban menyerahkan uang sebanyak dua kali. Pertama tunai sebanyak Rp. 10 juta. Menyusul kemudian transfer sebesar Rp 925 ribu. Sehingga total kerugian mencapai Rp. 14.925.000,-.

“Setelah menyerahkan uang Rp 10 juta, korban masih mentransfer ke nomor rekening BRI atas nama pelaku. Tapi pada awalnya korban tidak menyangka itu nama asli pelaku, ngakunya nama kerabat,” katanya.

Gus Bahar berhaisl ditangkap di kamar kosnya di Kapanewon Banguntapan, Bantul, Kamis (4/3). Tertangkapnya ulama gadungan ini setelah adanya laporan tentang ciri-ciri pelaku. Akibat aksinya, Sang ulama abal-abal dijerat dengan pasal 378 KUHP.

“Dijerat dengan pasal penipuan atau Pasal 378 KUHP. Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun,” tegasnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal