RADAR JOGJA- Tim penasihat hukum Oncan Poerba ,Willyam H Saragih dan FX Yoga Nugrahanto mengapresiasi putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jogja  yang membebaskan pasangan suami istri, Agus Artadi 58, dan istrinya Yenny Indarto 58, warga Jalan Magelang No 14 Cokrodiningratan Jetis Kota Jogja.

Kedua terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jogja yang telah menghukum 4 bulan penjara dan membebaskan dari jeratan pidana.

“Terhadap putusan banding tersebut, para terdakwa sangat bersyukur karena yang diperjuangkan untuk mencari kebenaran menghasilkan sebagaimana yang diharapkan. Perjuangan yang dilakukan selama ini tidak sia-sia,” ujar Oncan Poerba  dalam keterangan pers, Kamis (4/3).

Seperti diketahui sebelumnya, atas perkara jual beli rumah di Jalan Magelang, kedua terdakwa dianggap bersalah melakukan perbuatan pidana sebagaimana pasal 167 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP dan dijatuhi hukuman 4 bulan penjara atas tuntutan jaksa Edi Budianto SH sebelumnya menuntut selama 6 bulan penjara.

Setelah mengajukan banding selanjutnya pada 16 Februari 2021 majelis hakim PN Kota Jogja menyatakan keduanya tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana.

Untuk itu kedua terdakwa dibebaskan dari seluruh jeratan pidana setelah majelis hakim menerima memori banding yang diajukan penasihat hukum terdakwa.

Dengan demikian, penguasaan atas objek jual beli oleh para terdakwa sebagai pemilik asal bukanlah sebagai perbuatan melawan hukum. Atas sengketa yang terjadi seharusnya pihak pembeli menempuh jalur keperdataan bukan membuat laporan polisi. Karena untuk melakukan eksekusi terhadap suatu objek harus dilakukan lewat prosedur gugatan perdata.

Para terdakwa sebagai pihak penjual tetap menempati objek jual beli karena masih ada sengketa pelunasan harga jual beli. Sehingga hal itu bukan merupakan perbuatan pidana melainkan ranah keperdataan.

“Putusan banding tersebut sudah final dan tidak dapat dimintakan upaya hukum baik kasasi maupun peninjauan kembali. Karena ancaman hukuman paling tinggi 1 tahun dengan putusan yang dijatuhkan onslag atau lepas,” terang Oncan.

Seperti diketahui, kedua terdakwa menjual obyek tanah dan bangunan di Jalan Magelang kepada pasangan Yulia dan Gemawan Wahyadhiatmika dengan kesepakatan harga Rp 6,5 miliar. Saat jual beli sertifikat masih dalam jaminan bank sebesar Rp 5 miliar.

Meski belum lunas namun objek tanah dan bangunan dibalik nama menjadi atas nama pembeli dengan harga dalam AJB dibuat senilai Rp 3 miliar dan dijaminkan lagi sebesar Rp 2 miliar untuk tambahan pembayaran sehingga total uang yang diserahkan mencapai Rp 5 miliar. Dengan begitu masih ada kekurangan Rp 1,5 miliar belum dibayarkan pembeli sehingga kedua terdakwa tidak bersedia meninggalkan objek yang telah dijual. (*)

Hukum Kriminal