RADAR JOGJA- Sejak awal hingga akhir Januari 2021, Kasus penyalahgunaan narkoba di DIJ cukup tinggi.

Polda DIJ berhasil mengungkap 25 kasus dengan 26 tersangka. Sebanyak empat tersangka direhabilitasi sisanya dalam proses persidangan di pengadilan.

Polisi juga menyita barang bukti, berupa 50,62 gram sabu, 17,11 gram ganja, 122,76 gram tembakau gorilla 5218 butir pil trihexylpendidyl, 203 butir pil alprazolam dan 2500 butir pil tramadol hcl.

Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda DIJ  Kombes Pol Ary Satriyan mengatakan,”Pada awal tahun 2021 ini mulai ada perubahan peredaran narkoba di DIJ.

Pada awal hingga pertengahan pandemi, kebanyakan penyalahgunaan narkoba jenis pil koplo, namun memasuki 2021, juga ada sabu-sabu, ganja, tembakau gorila dan pil psikotropika.

Saat pendemi Covid-19 beralih pada pil koplo, ”ujarnya  Kamis (25/2).

Ary menambahkan,  pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada pengungkapan kasus narkoba.  Indikasinya dibandingkan dengan peride yang sama tahun 2020, kasus penyalahgunaan narkoba di DIJ jumlahnya menurun.

Pada periode Januari 2020 sebanyak  36 kasus penyalahgunaan narkoba.   “Meski ada penurunan kasus, namun penyalahgunaan narkoba di DIJ tetap tinggi,”tambahnya.

Para tersangka akan dijerat dengan UU No 35/2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, UU No 5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan UU No 36/2009 tentang  kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun serta Permenkes No 44/2019 tentang perubahan penggolongan Narkotika. (sky)

Hukum Kriminal