RADAR JOGJA – Tak berselang lama pasca penangkapan kelompok Jawa Tengah, pusat perbelanjaan besar di Kecamatan Sleman kembali disatroni kelompok pengutil. Modus yang digunakan dalam beraksi sama. Menyembunyikan produk fashion yang dicuri  ke lipatan stagen. Modusnya memanfaatkan kelengahan karyawan dan petugas keamanan.

Unit Reskrim Polsek Sleman berhasil mengamankan 5 orang tersangka. Mereka adalah Wahid Kalaki, 26, Risno Buturu, 32, Julfan, 31, Anhar, 50 dan Fandi, 33. Kelimanya diketahui berasal dari daerah yang sama,Halmahera Utara Maluku Utara.

“Kelompok ini beraksi di pusat perbelanjaan yang sama 13 Februari. Tidak ada kaitannya dengan kelompok pertama. Tapi modus dan barang yang diincar sama,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sleman Iptu Eko Hariyanto, ditemui di Mapolsek Sleman, Selasa (16/2).

Eko mengatakan, dalam aksinya kali ini para tersangka berhasil menggondol 11 potong celana panjang bermerk ternama. Total kerugian dari aksi komplotan ini mencapai Rp 7 juta. Barang curian rencananya akan dijual kembali. Lalu uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Aksi kelompok ini terbilang tak mulus. Gerak-gerik setiap anggota kelompok terawasi melalui kamera pengawas. Mulai dari memilih barang hingga menyelipkan kedalam stagen perut.

Mengetahui aksinya diawasi, setiap anggota kelompok menyebar. Cara ini dilakukan agar mereka bisa melarikan diri. Sayangnya tersangka Wahid Kalaki berhasil diamankan pihak keamanan pusat perbelanjaan.

“Lalu dari keterangan tersangka WK kami berhasil mengamankan 2 tersangka lain di daerah Kretek Bantul. Lalu kami melakukan pengejaran kepada 2 tersangka lain yang akan kabur ke daerah Jawa Barat naik bus. Kami cegat di jalur Purworejo-Kebumen,” katanya.

Polisi tak hanya mengamankan barang bukti curian berupa 11 potong celana merek ternama. Adapula 3 korset yang digunakan sebagai media beraksi. Kelimanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP.

“Ancaman hukuman maksimal untuk tindak kejahatan ini adalah kurungan 5 tahun,” tegasnya.

Wahid Kalaki sempat menunjukkan cara dia beraksi. Awalnya stagen dia kenakan di lingkaran perut. Celana hasil curian disembunyikan di lingkar pinggang. Cara ini untuk menghindari barang terjatuh saat berjalan.

Ditanya tentang modus, Wahid mengaku belajar dari internet. Dia kerap melihat video-video di aplikasi YouTube. Merasa ada celah, pria ini langsung mempraktekkan bersama teman-temannya.

“Belajarnya dari YouTube. Mencuri dengan menyembunyikan di stagen perut. Tidak ada pemasukan, biasanya sehari-hari jadi debt colector,” ujarnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal