RADAR JOGJA – Jajaran Unit Reskrim Polsek Sleman berhasil membekuk empat kawanan pencuri spesialis pusat perbelanjaan. Modus yang digunakan adalah menyelipkan barang curian ke stagen yang berada di perut. Sasarannya adalah beragam produk fashion dengan berbagai merk ternama.

Kanit Reskrim Polsek Sleman Iptu Eko Hariyanto mengatakan, aksi komplotan terbongkar saat mereka kembali ke tempat yang sama. Mengetahui adanya rombongan pengutil, pihak keamanan pusat perbelanjaan kenamaan di Kecamatan Sleman ini langsung menghubungi Polsek Sleman. Hingga akhirnya diputuskan untuk mengintai pelaku selama beraksi.

“Jadi kelompok ini kembali lagi karena merasa aksi pertamanya sukses. Tapi mereka sadar kalau sedang diintai sehingga berniat kabur pakai kendaraan yang mereka bawa. Untungnya kami berhasil sergap di pintu keluar sebelum mereka melarikan diri,” ujarnya ditemui di Mapolsek Sleman, Selasa (16/2).

Gerombolan ini sendiri beraksi tak mengenal waktu. Hanya memanfaatkan kelengahan petugas jaga dan petugas keamanan. Saat dirasa lengang, satu persatu produk fashion dimasukan ke stagen. Dalam beraksi kelompok ini terdiri dari 4 orang anggota.

Tersangka pertama bernama Muhammad Fauzan, 23, asal Wonogiri Jawa Tengah. Tersangka kedua bersama Andi Tri Wibowo, 39, asal Semarang Jawa Tengah. Tersangka ketiga adalah Puput Dimas Anjasmara, 33, asal Semarang Jawa Tengah dan tersangka keempat Muhammad Khafdhin 23, asal Kudus Jawa Tengah.

“Berhasil ditangkap 11 Februari jam 14.00 siang di pintu keluar parkiran mall tersebut. Kalau untuk kejadian pertama itu 28 Januari, kelompok ini berhasil membawa 6 potong celana. Total kerugian akibat aksi mereka mencapai kisaran Rp 5 juta,” katanya.

Dalam melakoni aksinya, kelompok pengutil asal Jawa Tengah ini cukup cekatan. Setelah mendapatkan barang yang diincar, satu persatu kembali ke mobil yang terparkir di basement pusat perbelanjaan. Setiap pelaku memiliki peran yang sama, mencuri saat penjagaan lengah.

Eko menambahkan, guna mengelabuhi petugas jaga, setiap pelaku menggunakan jaket berukuran besar. Tujuannya untuk menyembunyikan korset yang melingkar di pinggang. Dimana setiap korset ini menjadi tempat penyimpanan barang curian.

Kelompok ini baru pertama kali beraksi di Sleman. Hanya saja pihaknya masih mendalami bukti-bukti kejahatan lainnya. Termasuk wilayah operasional selain di Jogjakarta khususnya Kabupaten Sleman.

“Selain celana panjang hasil curian dan korset kami juga mengamankan satu unit Mitsubishi Grandis bernopol B 8186 PT. Kalau pasal dijerat dengan Pasal 363 KUHP ancaman 5 tahun penjara,” tambahnya.

Hasil penyidikan sementara, ada dugaan kelompok pernah beraksi di Semarang Jawa Tengah. Awalnya keempatnya berprofesi sebagai pengamen. Hingga akhirnya berinisiatif melakukan aksi kriminal. Modalnya adalah pengalaman salah satu tersangka.

Salah seorang tersangka Muhammad Khafdhin mengaku pernah beraksi serupa. Hanya saja lokasinya bukan di Jogjakarta. Sasarannya sama yaitu beragam produk fashion. Sementara untuk modus menggunakan korset yang melingkar di perut.

“Dimasukkan langsung, tidak ke kamar pas. Ya kalau sepi langsung dimasukan ke korset. Dulu pernah diajarin sama teman di Semarang. Sehari itu bisa mencuri 4 sampai 5 pakaian,” katanya.

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi alibi utama. Pemuda berusia 23 tahun ini mengaku tak memiliki pemasukan utama. Disatu sisi kebutuhan untuk menyambung hidup terus meningkat.

“Iya saya jual tapi sebagian ada dipakai. Iya soalnya corona jadi butuh uang. Terpaksa melakukan ini,” kilahnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal