RADAR JOGJA – Tumijan (50) mengaku tak bisa mengendalikan hawa nafsunya saat melihat anak-anak gadis bermain di sekitar rumahnya. Pria Paro baya ini tergiur melihat pertumbuhan biologis anak-anak tersebut,sehingga terbesit untuk melakukan tindakan cabul kepada para tetangganya ini.

Tertunduk malu, Tumijan menceritakan latar belakang tindakannya. Secara terang-terangan dia mengaku terbakar hawa nafsu. Ada perasaan senang saat bisa melakoni aksi bejat kepada anak-anak dibawah umur tersebut.

“Senang dengan anak-anak, kalau melihat baru tumbuh ada niatan timbul nafsu untuk pegang payudara. Membuat nafsu melihat payudara yang berkembang, senang melihatnya,” jelasnya saat rilis kasus di lobi Mapolres Bantul, Jumat (29/1).

Untuk melakoni aksinya,Tumijan menerapkan trik khusus. Berupa iming-iming agar calon korbannya mau ke rumah tersangka. Selain itu adapula modus menolong korban.

Modus ini terjadi dengan korban inisial LTF dan ZIL. Tumijan mengaku kala itu membantu korban yang terkena pecahan kaca. Usai mengobati luka, Tumijan langsung beraksi untuk mencabuli korbannya.

“Bantu kena beling (pecahan kaca). Awal mula menolong karena kena pecahan botol saat mencari ikan,” katanya.

Dicecar kenapa korbannya anak-anak, muncul alasan tak logis. Tumijan mengaku enggan untuk menyewa jasa pekerja seks komersial. Itulah mengapa dia memilih anak-anak sebagai korbannya.

“Tidak beli (menyewa PSK) karena tidak punya duit lalu takut kena penyakit HIV,” ujarnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal