RADAR JOGJA –Polisi kembali membekuk satu geng kejahatan jalanan atau klitih di Kota Jogjakarta. Geng tersebut sempat ramai dibicarakan di Twitter karena aksi mereka yang membacok tiga pemotor di sekitar Jalan Gambiran, Umbulharjo, Rabu  dini hari (20/1). Dari total 8 tersangka, 5 diantaranya berhasil diamankan kurang dari 24 jam. Kelimanya berhasil diamankan di kediamannya masing-masing.

Kelima tersangka tersebut diantaranya DS, 18 warga Berbah Sleman. Lalu FA, 18 dan AD, 18, keduanya warga Banguntapan Bantul. Dua tersangka lain berusia bawah umur, RAP, 15, warga Purbayan Kotagede dan SP, 16, warga Sendangtirto Berbah.

“Total ada 8 tersangka yang terlibat dalam penganiayaan. Sementara baru 5 yang berhasil kami amankan. Berhasil kami tangkap kurang dari 24 jam sejak kejadian,” jelas Kapolsek Umbulharjo Kompol Achmad Setyo Budiantoro, Jumat (22/1).

Achmad Setyo mengatakan, dalam kejadian ini, korban atas nama Jihat Islam Solusi, 21, mengalami luka paling parah. Berupa sabetan benda tajam di pundak sebelah kiri. Adapula dua luka sabetan benda tajam di kakinya.

Sosok Jihat sendiri dikeroyok oleh dua tersangka sekaligus. Tersangka DS menyabetkan clurit besar ke arah pundak. Sabetan senjata tajam inilah yang menimbulkan luka parah. Sementara RAP menyabetkan senjata tajam ke kaki korban.

“Korban ini terjatuh saat kabur dari kejaran para tersangka. Langsung dianiaya dengan senjata tajam yang dibawa. Saat ini korban masih mendapat perawatan di rumah sakit karena lukanya lumayan parah,” katanya.

Dalam kejadian ini bukan hanya Jihat yang menjadi korban. Adapula Teo Pambudi dan Muhammad Beviandisa Laksmana. Bedanya kedua korban ini sempat melarikan diri. Luka yang diderita juga tak separah Jihat.

Terkait detil kejadian, berawal saat kelompok pelaku, Vascal, hendak tawuran melawan Stepiro. Kedua kelompok ini diketahui wadah dari pelajar- pelajar sekolah. Diketahui pula keduanya telah menetapkan lokasi tawuran di kawasan Banguntapan Bantul.

“Saat itu rombongan pelaku ada 20 motor, sempat kumpul di dekat Makam Pahlawan Kusumanegara. Sebelumnya sudah adu argumentasi dengan Stepiro. Rombongan sempat tiba di lokasi tawuran tapi dibubarkan warga setempat,” ujarnya.

Setelah dibubarkan warga, kelompok ini menuju kawasan jalan Ketandan Ringroad Timur. Gerombolan ini kembali dibubarkan oleh petugas patroli Polsek setempat. Hingga akhirnya gerombolan terpecah dan bertemu kembali di jalan Gambiran, Pandeyan Umbulharjo.

Saat melintas, kelompok ini melihat tiga korban mengendarai Honda Scoopy. Para anggota Vascal langsung mengejar para korban berboncengan tiga ini. Hingga akhirnya berhasil menangkap ketiga korban di jalan Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo.

“Dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 351 KUHP lalu juga kena Pasal 12 UU Darurat Tahun 1951. Ancaman hukuman bagi pelaku maksimal 10 tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Setyo menegaskan proses hukum tetap berlanjut. Termasuk kepada pelaku bawah umur. Walau begitu proses hukum tetap mengacu pada UU Perlindungan Anak.

“Tetap lanjut karena ancaman hukuman diatas 7 tahun apalagi ada yang sudah pernah tersandung kasus kriminal,” katanya.

Dari aksi kejahatan ini, Polisi berhasil mengamankan 5 Honda Scoopy milik para tersangka. Adapula 3 senjata tajam jenis clurit, lalu sebuah sabur dengan mata gir motor. Sebuah jaket warna biru dan sebuah ikat pinggang warna coklat.

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Ariyanto menuturkan dua tersangka pernah tersangkut aksi kriminal. Berupa perusakan kendaraan operasional milik polisi. Tepatnya adalah tersangka SP.

“Kalau untuk motor kebetulan saja sejenis semua, Honda Scoopy. Tapi memang biasanya itu pakai jenis trail, mungkin biar lebih mudah larinya,” ujarnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal