RADAR JOGJA – Pertikaian yang mengakibatkan seorang pria tewas terjadi di Dusun Semail RT 06 Bangunharjo Sewon Bantul, Kamis malam  (14/1).

Berawal saat korban sedang video call dengan salah satu teman pelaku. Penasaran, afrilian christiantoro langsung bertanya siapa yang tengah ditelpon. Dalam komunikasi itu, korban mengajak pelaku untuk berduel. Sementara pelaku yang tersulut emosi, menyanggupi permintaan korban.

Tak berselang lama, pelaku yang telah menenteng senjata tajam jenis parang berukuran 65 centimeter itu mendatangi rumah korban di Dusun Semail. Sesampainya di sana, pria berperawakan gemuk dengan tubuh penuh tato tanpa basa-basi langsung bertanya kepada korban maksud perkataan korban melalui video call.

Korban Chandit Wahyudi pun langsung menyahut pembicaraan itu dan dengan lantang mengajak berduel sampai mati. Tanpa pikir panjang pelaku yang terbakar api amarah itu pun langsung membacok beberapa bagian tubuh korban. Sementara korban yang hanya dengan tangan kosong berusaha melawan, namun ayunan pedang yang mengenai leher korban membuatnya tak berdaya sampai akhirnya jatuh tengkurap mandi darah.

Afrillian mengatakan, “Waktu berbicara ditelepon saya tanya kabar dan tanya masih ingat saya tidak. Dijawab tidak kenal, lalu saat handphone akan saya kembalikan, korban malah menantang. Karepe opo, ngejak paten-patenan po (berkelahi hingga meninggal),” ujarnya  usai diamankan di Mapolsek Sewon, Jumat (15/1).

Afrilian mengaku tak memiliki masalah dengan korban. Bahkan dia juga tak terlalu kenal dengan sosok korban. Aksi tersebut semata-mata tak terima atas ucapan korban. Lalu gelap mata dan berakhir dengan meninggalnya korban.

“Belum pernah cek-cok. Saat ketemu, saya tanya maksudnya apa. Tapi korban hanya senyum-senyum saja. Lalu terjadilah itu (pembacokan),” katanya.

Afrilian mengaku bukan kali ini saja melakoni aksi kriminal. Tercatat dia pernah empat aksi kriminalitas. Mulai dari aksi pengeroyokan dan kepemilikan senjata tajam.

“Iya sebelumnya sempat 4 kali (aksi kriminalitas). Pengeroyokan dan senjata tajam,” ujarnya.

Kapolsek Sewon Kompol Suyanto turut menjelaskan detil kejadian. Aksi kekerasan dengan senjata tajam berlangsung Kamis malam, tepatnya 19.30. Pelaku Afrilian membacok korban sebanyak lebih dari 3 kali. Mulai dari punggung hingga leher korban.

Perwira menengah satu melati ini menuturkan penyebab meninggalnya korban adalah luka di leher. Setelah melihat korbannya ambruk, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Sewon.

“Pelaku dalam kondisi sadar tapi memang sempat mengonsumsi minuman keras.  Pelaku ditangkap pukul 20.00 di kediamannya, atau selang 30 menit setelah kejadian,” katanya.

Atas kejadian ini Afrilian dijerat dengan pasal berlapis. Tepatnya Pasal 351 Ayat (1) KUHP lalu Pasal 355 Ayat (2) KUHP. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Selain pedang kami juga mengamankan kaos milik pelaku, pedang parang, handphone milik korban, lalu identitas KTP milik korban dan tersangka,” ujarnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal