RADAR JOGJA – Teror penyiraman dugaan air keras di Sleman akhirnya terungkap. Pelaku berinisial Juni Pramudiantiyo, 37,  berhasil ditangkap warga di kawasan Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, Minggu pagi (27/12). Motifnya sakit hati karena ditinggal sang kekasih.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto menuturkan, pelaku memiliki ciri yang sama dengan laporan sejumlah saksi. Dalam beraksi pelaku terlebih dahulu mengintai calon korbannya. Diutamakan para pesepeda yang melintas di Kecamatan Ngaglik.

“Benar telah diamankan tersangka atas nama inisial J, usia 37 tahun asal Temanggung.  Ciri-cirinya persis dengan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajarannya beberapa hari sebelumnya. Baik fisik maupun kendaraannya,” jelasnya ditemui di Mapolres Sleman, Senin (28/12).

Anton menjelaskan, pelaku memilih korban pesepeda karena aktivitas rutin pujaan hatinya adalah bersepeda. Kepada penyidik, pelaku mengaku, sang pujaan hati memiliki hobi bersepeda. Dengan alasan itu, J menunggu calon korban dan menyiramkan air keras sewaktu-waktu.

Berdasarkan catatan penyidik, ada tujuh kejadian serupa. Seluruhnya korbannya adalah pesepeda berjenis perempuan. Para korban juga mengalami kejadian yang sama, penyiraman dugaan air keras.

“”Ada tujuh kejadian serupa tapi hanya 3 Korban saja yang membuat laporan polisi. Itu semuanya perempuan dan pelaku memang sengaja memilih korbannya perempuan,” katanya.

Terkait jenis cairan adalah lem G merek Dextone. Jenis lem ini cukup keras dan menimbulkan bekas saat terkena kulit. Pelaku membawa cairan lem tersebut dalam botol kosong tanpa merek selama beraksi.

“Ternyata itu lem G merek Dextone. Dikemas dalam botol kecil tanpa merek dan disemprotkan saat berpapasan dengan calon korbannya,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah memembeberkan motif pelaku adalah sakit hati.  Kepada penyidik,  pelaku mengaku telah berjuang demi pujaan hatinya. Sayangnya cinta dari pria ini bertepuk sebelah tangan. Rasa sakit hati bertambah karena sang pujaan hati pergi menghilang tanpa kabar.

Sementara selama beraksi, pelaku telah melakukan di lima tempat berbeda. Tiga kejadian di Jalan Palagan, masing-masing satu kejadian di Jalan Magelang, Jalan Parasamya, Jalan Gito-Gati, dan Jalan Damai. Semuanya terjadi dalam rentang waktu 29 Oktober hingga 24 Desember.

“Pelaku mengaku pernah menyerahkan sejumlah uang kepada perempuan tersebut tapi malah ditinggalkan. Dia masih berharap bisa bertemu dengan perempuan itu dengan menyasar rute bersepeda. Tapi malah menyiram air keras,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. Ancaman hukuman berupa penjara paling lama 2 tahun 8 bulan. Untuk saat ini tersangka telah ditahan di Mapolres Sleman untuk penyidikan lebih lanjut. (dwi/ila)

Hukum Kriminal