RADAR JOGJA – Tergiur investasi Bit Coin, Direktur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Mandiri Ngaglik  berinisial JS, 49, tega menipu nasabahnya. Total kerugian yang diderita para nasabahnya mencapai Rp 290 juta. Seluruhnya merupakan investasi modal dalam kurun waktu Desember 2013 hingga Maret 2016.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan para nasabahnya. Berupa macetnya setoran modal. Bahkan para nasabah juga tak bisa mengambil bunga hasil dari modal masing-masing. Hingga puncaknya adalah mendatangi kantor KSP Karya Mandiri akhir 2019.

“Saat didatangi ternyata kantornya sudah tutup karena bangkrut. Mendapat predikat Dalam Pengawasan per 31 Desember 2017 karena tak melaporkan rapat pertanggungjawaban pengurus,” jelas Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (22/12).

Deni menambahkan, modus yang ditawarkan pelaku, cukup halus. Inilah yang membuat para korbannya percaya. Hingga akhirnya tergiur untuk bergabung dalam kerjasama kemitraan. Berupa deposito di KSP Karya Mandiri.

Tersangka JS berani menjanjikan bunga tinggi sebesar 2,5 persen perbulannya. Bahkan menjadi lebih nekat dengan singkatnya batas jatuh tempo. Berupa tenggat waktu 6 bulan sejak awal penanaman modal.

“Cara menggaetnya dengan iklan di koran. Para korban tentu tergiur dengan tawaran bunga tinggi dan jangka waktu singkat. Ditambah cara pelaku yang berhasil meyakinkan korbannya juga halus,” tambahnya.

Pasca pertemuan awal, para korban menyerahkan modal dalam 5 kali setoran. Hingga akhirnya terkumpul modal sebesar Rp 290 juta. Seluruhnya terkumpul dalam kurun waktu medio 2013 hingga 2016.

Deni mengatakan setoran awal bunga modal tergolong lancar. Inilah yang membuat para korbannya semakin percaya. Hingga akhirnya tiba pada medio akhir 2019. Perlahan-lahan setoran bunga mulai tak lancar. Bahkan nasabah tak bisa menarik modal setoran pokok.

“Uangnya tidak bisa ditarik dan setoran tidak lancar karena sudah dipakai investasi Bit Coin, katanya maestro pulsa. Hasil penyidikan, pelaku mengaku investasi sejak Juli 2017,” ujarnya.

Penggunaan modal, lanjutnya, tanpa sepengetahuan nasabahnya. Bahkan laporan penggunaan tersebut juga tak terlaporkan dalam proses rapat anggota tahunan (RAT). Termasuk juga tak melaporkan bangkrutnya KSP Karya Mandiri.

“Uang tadi diinvestasikan tanpa sepengetahuan korban dan tanpa melalui proses rapat anggota tahunan. Langsung dipakai begitu saja,” katanya.

Kanit Tipiter Polres Sleman Ipda Apfriyadi menambahkan JS terbukti memanfaatkan jabatan sebagai Ketua KSP Karya Mandiri. Terbukti tersangka dapat menggunakan dana milik nasabahnya. Jabatan ini memang bertanggungjawab alur uang yangbdisetorkan sebagai kerjasama kemitraan.

Saat nasabah ingin menarik modal, JS berhasil mengalihkan topik. Caranya dengan meyakinkan keuntungan yang didapatkan selama investasi berlangsung. Berupa tidak menarik simpanan pokok secara terburu-buru.

“Bahkan pelaku malah meminta nasabahnya untuk menyetorkan lebih banyak modal. Membujuk agar mau melakukan kerjasama kemitraan atau deposito dengan pihak KSP Karya Mandiri dengan tambahan setoran,” ujarnya.

Tersangka telah ditangkap dan menghuni rumah tahanan Mapolres Sleman sejak 13 November 2020. Atas aksinya ini tersangka JS dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP. Ancaman hukuman bagi pelaku berupa kurungan penjara maksimal 4 tahun.

“Kami mengimbau kepada warga, baik warga Sleman atau luar Sleman yang merasa dirugikan karena sudah investasi ke KSP silakan lapor ke Polres Sleman. Nanti akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal