RADAR JOGJA – Turunnya angka kejahatan dan kecelakan di wilayah hukum Polres Sleman, menjadi catatan bersejarah bagi jajaran Polres Sleman. Selain tingginya angka kesadaran masyarakat juga imbas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto tak memaparkan detil fakta ini. Berdasarkan data terdapat 1.575 laporan warga pada medio 2019. Dari total kasus tersebut sebanyak 919 laporan telah terselesaikan.

“Lalu 2020 hingga saat ini kami menerim 1.305 laporan dari warga. Sebanyak 803 laporan diantaranya telah diselesaikan. Turun 244 kasus atau 15,7 persen,” jelasnya ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (22/12).

Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini turut memaparkan angka kecelakaan jalan raya. Tercatat setidaknya ada 1.536 kecelakaan pada medio 2019. Korbannya mengalami luka ringan, sedang, berat hingga meninggal dunia.

Pada medio 2020, angka kasus kecelakaan di jalan raya menjadi 1.388 kasus. Sementara untuk teguran mencapai 58.222 teguran selama 2020. Penurunan drastis terlihat dari angka pelanggaran lalulintas.

“Tilang menurun drastis dari 61.487 kasus pada 2019 menjadi 28.349 kasus pada 2020. Mungkin juga imbas pandemi, tapi bisa juga kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas juga meningkat,” katanya.

Walau begitu, Anton meminta agar pandemi tak menjadi alasan. Baginya keselamatan dalam berkendara tetaplah penting. Termasuk melengkapi diri dengan helm, SIM dan STNK hingga patuh norma saat berkendara di jalan raya.

“Paling penting perhatikan batas kecepatan saat berkendara. Sebab biasanya kecelakaan terjadi berawal dari pelanggaran yang dilakukan,” pesannya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal