RADAR JOGJA -Aksi TPR alias Tulus. Pria berusia 43 warga Karang Tempel, Semarang Kota, Jawa Tengah akhirnya terbongkar. Berkat adanya rekaman CCTV milik RSUP Dr Sardjito. Usai beraksi di hari Jumat (13/12), pelaku mengulangi lagi aksinya selang 10 hari kemudian, tepatnya 22 November.

“Korban terakhirnya itu atas nama Dika Anggita Sari, warga Cilacap. Saat tengah ibadah subuh di masjid rumah sakit, pelaku langsung beraksi. Itu sekitar pukul 05.00 di ruang tunggu lantai dua masjid RSUP Dr Sardjito,” jelas Kapolsek Polsek Mlati Kompol Hariyanto ditemui di Mapolsek Mlati, Selasa (8/12).

Haryanto menambahkan, Saat itu, pelaku mengambil tas milik korbannya. Didalam tas tersebut terdapat dua unit gawai dan uang 5jnai Rp 200 ribu. Aksi pelaku tergolong cepat dan lihai. Terbukti dengan memanfaatkan kesempatan saat korbannya beribadah.

Korban, langsung melaporkan kehilangan kepada personel keamanan RSUP Dr Sardjito. Pelacakan pelaku diawali dengan pengecekan rekaman CCTV. Sosok dan aksi pelaku sendiri terlihat jelas dalam rekaman kamera pemantau tersebut.

Selang 10 hari kemudian, pelaku kembali ke RSUP Dr Sardjito. Kedatangan pelaku langsung diketahui oleh personel keamanan. Hingga akhirnya seluruh gerak-gerik pelaku diawasi ketat.

“Pukul 10.25, korban dihubungi oleh keamanan rumah sakit, menyampaikan pelaku yang mengambil sudah tertangkap. Pelaku masuk dari pagi jam 06.30 dan langsung diikuti personel keamanan rumah sakit,” tambahnya.

Hasil penyidikan, terungkap pelaku memanglah spesialis rumah sakit. Modusnya menyamar sebagai keluarga pasien. Selanjutnya ikut berisitirahat di ruang tunggu RSUP Dr Sardjito. Sambil berpura-pura istirahat, pelaku mulai memetakan calon korbannya.

“Jadi tidur atau istirahat di dekat calon korbannya. Untuk kasus ini, pelaku melihat korban meninggalkan tas yang berada di lantai dekat matras samping pintu keluar. Saat korbannya shalat, pelaku langsung beraksi,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dwi Noor Cahyanto menegaskan pelaku memang spesialis rumah sakit. Berdasarkan analisa rekaman CCTV RSUP Dr Sardjito, pelaku kerap mondar-mandir di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Sasarannya adalah keluarga pasien menginap.

Pelaku juga memiliki catatan kriminalitas atau residivis. Tercatat pernah mendekam di sel tahanan penjara dan bebas 2018. Kala itu, pelaku juga melakukan aksi kejahatan yang sama.

“Modusnya sama tapi wilayahnya di Kota Jogja, rumah sakit juga. Kalau di Sleman, pelaku beberapa kali terlihat dalam rekaman CCTV milik rumah sakit Sardjito,” katanya.

Untuk menghilangkan jejak, hasil kejahatan langsung dijual. Baik dengan penjualan online maupun lapak jalanan. Sosok pelaku diketahui berprofesi sebagai penjual lapak jalanan.

“Tersangka ini kesehariannya berjualan di pasar klitikan yang lokasinya berpindah-pindah dan aktif bermedia sosial. Selain dipasarkan di lapaknya, juga melalui online. Dijerat dengan Pasal 362 KUHP ancaman hukuman 5 tahun,” ujarnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal