RADAR JOGJA- Pakai ketenaran nama ayahnya sebagai dalang kondang di Jogja, Agus alias AS menipu korbannya sampai ratusan juta. Saking kondangnya dalang tersebut kini diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kabupaten Sleman.

Sosok pria berusia 43 tahun ini terjerat kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor roda empat. Korbannya adalah Hilaria Lestari. Warga Dusun Niron, Pandowoharjo Sleman ini mengalami kerugian Rp 130 juta. Sementara mobil miliknya Honda Accord AB 1230 KX telah dijual oleh pelaku.

“Ini kasus 26 April 2020. Saat itu korban hendak menjual mobilnya, lalu oleh perantaranya dipertemukan dengan sosok AS selaku pembeli. Saat itu disepakati Rp 130 juta,” ujar KBO Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (8/12).

Skema transaksi bukan dengan uang tunai. Korban dan pelaku sepakat melakukan tukar tambah unit kendaraan bermotor roda empat. Pelaku AS sepakat mencarikan kendaraan yang sesuai dengan keinginan korban.

Pasca sepakat, pelaku mulai menunjukkan gejala ingkar. Berawal dari tidak diberikannya unit kendaraan bermotor. Hingga akhirnya sosok AS justru menghilang bersama Honda Accord milik korban.

“Setelah korban melapor langsung kami lacak keberadaannya. Pada tanggal 24 November, Unit Opsnal Satreskrim Polres Sleman berhasil mengendus keberadaan AS yang selama ini bersembunyi di kediamannya,” katanya.

Kepada personel Satreskrim, AS mengaku telah menjual Honda Accord. Selanjutnya uang hasil penjualan digunakan untuk kepentingan pribadi. Mulai dari jual.beli tanah hingga pembangunan proyek milik pelaku.

“Hasil penjualannya tidak dipergunakan untuk membelikan mobil sesuai kesepakatan tukar tambah. Dipakai untuk kepentingan pribadi tanpa sepengetahuan korban,” ujarnya.

Kanit II Satreskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh Prabowo menuturkan AS masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak medio 2017-2018. Kala itu pelaku juga terjerat kasus yang sama. Hanya saja pasca pemanggilan pemeriksaan, sosok AS tak kooperatif dan menghilang.

Upaya pelacakan pelaku tak sia-sia. Satreskrim Polres Sleman berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari Honda Accord hitam bernopol AB 1230 KX yang sempat terjual. Adapula STNK dan BPKB atas nama Hilaria Lestari. Kemudian empat lembar kertas print out rekening koran BCA.

“Diterbitkannya DPO saya lupa 2017 atau 2018 apa ya. Karena yang bersangkutan ini enggak kooperatif malah kabur. Kadang ke luar Jogja, kadang di Jogja,” katanya.

Nama besar sang orangtua turut menjadi senjata andalan. Inilah yang membuat para korbannya terperdaya. Terlebih nama besar tersebut dikenal oleh dunia kesenian di Jogjakarta bahkan Nusantara.

Latar belakang ekonomi turut menjadi alibi. Termasuk sepinya job kesenian selama pandemi Covid-19. Diketahui bahwa sosok AS memang berprofesi sebagai dalang.

“Pandemi kaya gini, ya mungkin kan pergelaran sudah enggak ada to. Makanya karena kondisi ekonomi juga, sepi job. Orangtuanya sosok besar sampai namanya diabadikan jadi nama jalan. Dia anak yang paling kecil, bapaknya ya sudah meninggal,” ujarnya.

Akibat ulahnya, Agus Dalang dijerat dengan pasal berlapis. Pertama adalah Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, adapula Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara. (dwi/sky)

Hukum Kriminal