RADAR JOGJA – Polsek Depok Timur menangkap tersangka pembunuh Faisal Ahmad Inzaghi, 22. Tersangka bernama Febri Eko Yulianto alias Embit. Pria berusia 36 tahun ini adalah salah satu tersangka penganiaya korban. Tim penyidik Reskrim Polsek Depok Timur masih memburu Aryono Susilo Prabowo (ASP) alias Bowo (18) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Perannya turut menganiaya korban hingga meninggal dunia, Senin (9/11).

“Kejadian di penemuan mayat di Kentungan, kami langsung membentuk tim kecil. Di hari itu juga tersangka Embit berhasil kami amankan tidak jauh dari lokasi pembunuhan. Tapi tersangka Bowo masih DPO,” jelas Kapolsek Depok Timur Suhadi ditemui di Mapolsek Depok Timur, Jumat (13/11).

Kanit Reskrim Polsek Depok Timur Iptu Aldhino Prima menjelaskan detil kejadian. Ternyata kedua tersangka kenal dengan korban. Berawal saat tersangka Bowo mengajak korban membeli clurit di sebuah kos di daerah Jombor, Mlati Sleman.

Setibanya di lokasi penjual, ternyata barang yang dicari tak ada. Kondisi ini membuat Bowo naik pitam. Saat berselisih paham dengan penjual, Inzaghi hanya menonton. Inilah yang membuat Bowo kesal dan mengadu kepada tersangka Embit.

“Kemudian Bowo menemui Embit lantaran merasa tidak dibantu oleh korban saat selisih paham. Tapi ceritanya hiperbola dan membuat Embit terpancing emosinya,” katanya.

Kemudian Bowo menelpon Inzaghi dan menyuruhnya datang ke rumah Embit. Tanpa curiga, korban diantar oleh istrinya. Setibanya di rumah tersangka, Embit menyuruh pulang istri Inzaghi.

Setelah istri pergi, Inzaghi langsung dihajar bertubi-tubi. Mulai dari pukulan dan tendangan hingga lemparan benda keras. Helm dan kaleng cat dihantamkan ke tubuh korban dengan keras. 

“Keduanya menganiaya korban dengan hantaman kaleng cat, helm. Tak puas mereka lalu memukul, menginjak hingga korban meninggal dunia. Korban tak sempat membalas atau menghindari,” ujar Iptu Aldhino.

Untuk menghilangkan jejak, mayat korban dibungkus selimut lalu dibuang di lapangan Kentungan. Mayat korban ditemukan warga Senin pagi (9/11) sekitar pukul 05.30. Lokasi pembuangan mayat sekitar 50 meter dari lokasi penganiayaan.

Dari keterangan dokter, korban meninggal karena pendarahan di otak. Penyebabnya adalah hantaman benda keras secara intens. Luka memar juga ditemukan di beberapa bagian tubuh. 

Sebelumnya, diberitakan,m seorang pria ditemukan tewas di lapangan Kentungan Senin (9/11) pagi. Pria ini akhirnya diketahui bernama Faisal Achmad Inzaghi. Beralamatkan Kaliabu RT 03/13, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Saat ditemukan, korban sudah terbungkus selimut dengan sejumlah luka di tubuhnya.

“Tersangka terancam sejumlah pasal dengan hukuman hingga 15 tahun penjara. Mulai dari Pasal 338 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 365 ayat 3,” tegasnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal