RADAR JOGJA – Aksi kejahatan jalanan kembali muncul di Kota Jogja. Tak main-main, dari tangan kelompok ini Polisi mengamankan airgun tipe Glock 19. Senjata ini apabila ditembakkan dalam jarak tertentu dapat menimbulkan luka pada korbannya.

Tertangkapnya komplotan ini berawal dari patroli rutin Sat Sabhara Polresta Jogja, Minggu dini hari (27/9). Saat melintas di jalan Kebun Raya Rejowinangun Kotagede terlihat gerombolan remaja bermotor melintas sambil meneriaki personel patroli.

“Personel yang awalnya memeriksa langsung mengejar dan mengamankan gerombolan ini. Ada delapan orang. Dari tangan mereka berhasil diamankan airgun tipe Glock 19 dan Keling,” jelas Kasubag Humas Polresta Jogja AKP Sartono, Selasa (29/9).

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tak semuanya berstatus remaja. Bahkan beberapa diantara telah berusia dewasa. Kedelapannya adalah AS, 16, IR, 26, FN, 18, AI, 21, RF, 16, AP, 15, JA, 19 dan RR, 18.

Airgun jenis Glock 19 diamankan dari remaja inisial JA. Sosok ini tercatat sebagai warga Gedongtengen Kota Jogja. Sementara pembawa keling adalah RR. Diketahui sebagai warga Wonosari Gunungkidul.

Airgun Glock 19 bukan sekadar untuk terlihat gagah. Terbukti senapan angin sempat ditodongkan kepada tim patroli yang mengejar. Dengan harapan pengejaran tak berlanjut.

“Dua pemuda berkendara sepeda motor matic warna merah berteriak. Keduanya sempat menantang dan menodongkan senjata”, katanya.

Tak butuh waktu lama untuk mengejar pelaku. Ini karena kedua pelaku terjatuh dengan sendirinya akibat berkendara dengan ugal-ugalan. Adanya bukti kuat membuat kedua pengendara tak bisa mengelak. 

Pasca tertangkap, rombongan langsung dibawa ke Mapolresta Jogja. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara mendetil. Sayangnya rombongan terutama pembawa senjata tak dikenai hukuman. Keduanya hanya diberikan sanksi wajib apel. 

“Cuma wajib apel di Polresta untuk dua orang pembawa senjata. Yang lainnya hanya pembinaan. Tidak ada yang ditahan,” ujarnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal