RADAR JOGJA – Bermodalkan dua botol minuman beralkohol (mihol), YG nekat mencabuli temannya sendiri, sebut saja Mawar. Pria berusia 26 tahun ini menggerayangi tubuh korbannya usai pesta mihol bersama, 20 Agustus silam.

Warga Sewon, Bantul ini ditangkap Minggu (13/9) oleh Unit Reskrim Polsek Mlati. Keluarga korban langsung melaporkan kejadian pasca aduan.

“Korban ini temannya sendiri. Saat itu sebenarnya ada dua teman lainnya. Tapi yang mencabuli korban hanya tersangka YG saja,” jelas Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto, Selasa (15/9).

Korban, lanjutnya, sempat pamit kepada keluarganya pada sore hari. Korban Mawar lalu pulang pada malam harinya. Kepulangan korban dibarengi dengan Isak tangis. Kepada keluarganya, korban berterus terang telah menjadi korban pencabulan YG.

“Pukul 22.00 korban pulang dalam keadaan menangis. Saat itu juga sudah sempoyongan, ngaku habis minum miras. Saat ditanya orang tuanya ngaku minum Anggur Merah (Amer) lalu dicabuli YG,” katanya.

Hasil penyidikan memastikan kedua individu ini tak memiliki hubungan spesial. Keduanya hanya berstatus teman akrab. Bahkan pernah satu tempat kerja di sebuah minimarket kawasan Sinduadi Mlati.

Perwira menengah satu melati ini menuturkan detil kejadian. Korban dan pelaku sempat janjian di salah satu rumah kost rekan pelaku. Tujuannya adalah mengonsumsi mihol bersama-sama.

“Lokasinya tak jauh dari rumah Mawar, di Kutu Patran, Sinduadi, Mlati. Awalnya ngobrol, tapi lanjut minum Anggur Merah. Korban minum tanpa paksaan. Jadi ada dua cowok dan dua cewek,” ujarnya.

Pencabulan terjadi saat korban berada di kamar mandi. Tersangka YG, lanjutnya, menyusul dari belakang. Saat itulah pencabulan kepada korban berlangsung.

Hariyanto memastikan YG adalah pelaku tunggal. Saat kejadian rekan pelaku dan korban sudah tidak berada di tempat. Inipula yang membuat tersangka nekat bertindak cabul.

“Korban sudah setengah sadar saat itu. YG melancarkan aksinya dengan menggerayangi beberapa bagian tubuh Mawar,” katanya.

Unit Reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus tersangka Minggu (13/9) tak jauh dari lokasi pencabulan di daerah Kutu Patran, Sinduadi, Mlati. Barang bukti yang disita 2 buah botol minuman beralkohol, 1 gelas bening, dan sebuah tikar.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 290 KUHP atau pasal 281 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegasnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal