RADAR JOGJA – Pelaku pencurian dan pembunuhan penjaga malam kampus AKRB, Banguntapan, Bantul, lima tahun silam akhirnya ditangkap. Yuli Widodo, 46, ditangkap Rabu lalu (2/9) usai polisi mencocokan sidik jari laten dengan sidik jari e-KTP. Petugas mengamankan barang bukti berupa satu linggis dan obeng.

Direskrimum Kombes Burkan Rudi Satria di Mapolres Bantul menjelaskan, selama sebulan terakhir penyelidikan atas kasus 5 tahun lalu kembali diselidiki. Beberapa tahun lalu tersangka pernah melakukan pencurian di SMA Depok, Sleman. Usai divonis satu tahun penjara, pelaku berulah lagi di kampus AKRB.

“Jadi kuncinya adalah aksinya di SMA Depok. Dari sana, kami cocokan sidik jari dengan sidik jari yang ditinggalkan di kampus AKRB. Memang butuh waktu, karena harus memadukan dengan data yang lainnya,” ujarnya.

Atas perbuatannya Yuli dijerat pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara 20 tahun dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara 15 tahun.

Peristiwa pencurian dan pembunuhan di AKRB terjadi pada Senin 30 November 2015 lalu sekitar pukul 07.20. Saat itu, saksi yang juga karyawan AKRB bernama Bambang, 35, datang ke kampus, namun tutup. Kemudian warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul ini menghubungi rekannya, Danang Sudarmono, 38. 

Kemudian keduanya masuk melalui genteng dan menemukan korban tewas dengan luka terbuka di bagian kening dan bagian tubuh lain. Sementara itu almari bagian keuangan ditemukan dalam keadaan terbuka dan berantakan. Anehnya tidak ada uang dan barang yang hilang. (sky/tif)

Hukum Kriminal