RADAR JOGJA – Jajaran Polda DIJ meringkus 26 tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan daro Operasi Curas Progo 2020. Sebanyak 18 di antaranya merupakan target operasi dan sisanya 8 tersangka non target operasi.

Dirreskrimum Polda DIJ Burkan Rudy Satria membeberkan ada beberapa modus aksi. Terbaru adalah penggunaan masker sebagai kamuflase kejahatan. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 14 hingga 15 masker.

“Jadi pelaku ini pemain lama. Dari tas tersangka berhasil kami temukan 14 smapai 15 masker. Dugaan digunakan saat sedang beraksi,” jelasnya ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda DIJ, Kamis (27/8).

Tersangka berjenis kelamin pria ini bukanlah pemain baru. Dari hasil penyidikan, pelaku mengaku beraksi di 15 lokasi yang berbeda. Mayoritas berada di wilayah Kota Jogja dan Kabupaten Bantul. 

“Tapi juga tidak bisa disimpulkan masker jadi penyebab kejahatan. Hanya saja faktanya tersangka ini menyiapkan banyak masker sebagai kamuflase saat beraksi,” katanya.

Dalam operasi kali ini jajaran Polda DIJ juga berhasil mengungkap modus lainnya. Pertama adalah merampas gawai dan perhiasan korbannya. Mayoritas korbannya adalah perempuan khususnya kaum ibu-ibu.

Modus terbaru adalah berpura-pura tanya alamat. Saat korbannya lengah, pelaku langsung beraksi. Sasaran dari kejahatan ini adalah perhiasan yang melekat di tubuh korbannya.

“Entah itu sedang menyapu halaman, pergi ke pasar atau lainnya. Biasanya pagi-pagi beraksinya. Kami imbau agar tidak gunakan perhiasan berlebih apalagi kalau cuma di rumah atau ke pasar,” ujarnya.

Modus lain yang digunakan adalah berpura-pura membantu calon korban saat kehabisan bensin atau ban bocor. Berdalih membantu ternyata merampas kendaraan bermotor roda dua milik korbannya.

“Modus yang terakhir yang kami temukan di Playen (Gunungkidul) adalah melukai korban terlebih dahulu kemudian diambil barang berharganya. Sabet pakai arit,” katanya.

Dalam kesempatan ini Burkan memberikan sejumlah catatan. Terutama titik rawan terjadinya kejahatan. Para pelaku, lanjutnya, beraksi di lokasi yang sepi. Rentang waktu antara pukul 00.00 hingga 06.30. 

Kapolres Sleman medio 2017 ini meminta warga lebih waspada. Apabila menjadi korban kejahatan agar langsung melapor. Langkah ini bertujuan memetakan pergerakan pelaku kejahatan. Sehingga bisa langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

“Secepatnya melapor apabila menjadi korban kejahatan. Seperti di Playen itu bisa kami tangkap kurang dari 1X24 jam di Tempel. Kami juga imbau agar warga memasang CCTV yang bisa merekam,” pesannya.

Selain 26 tersangka, polisi juga menyita 42 barang bukti. Detilnya 29 barang bukti dari 18 tersangka target operasi. Lalu 13 barang bukti dari 8 tersangka non target operasi. Terdiri dari 9 unit sepeda motor, 15 gawai, 5 senjata tajam dan barang bukti lainnya.

Operasi yang berlangsung dari 12 Agustus hingga 25 Agustus ini mengungkap 19 kasus. Sebanyak 13 kasus merupakan target operasi dan 6 kasus merupakan non target operasi. Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Ancaman kurungan maksimal 9 tahun penjara.

“Kalau dari target awal, operasi kali ini over prestasi. Diantaranya Polres Sleman dapat 2 non target operasi, Polres Bantul ada 1 kasus dan Polres Gunungkidul tambahan 3 non target operasi,” kata Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto. (dwi/tif)

Hukum Kriminal