RADAR JOGJA – Jajaran Satresnarkoba Polres Sleman membekuk salah satu komplotan pengedar sabu. Salah satunya seorang ibu rumah tangga berinisial RM. Dia ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (17/8). Saat ditangkap dia membawa sabu seberat 0,562 kilogram.

Kasatresnarkoba Polres Sleman AKP Andyka Pandu menuturkan, penangkapan berawal dari pengembangan kasus. Berupa penangkapan penyalahgunaan sabu berinisial JR yang ditangkap bulan lalu. Dari tersangka JR ini muncul nama lainnya. ”Kami lacak lalu berhasil menangkap RM di Dusun Karangmojo, Boyolali tanggal 17 Agustus 2020 jam 22.50,” jelasnya ditemui di lobi Mapolres Sleman, Selasa (25/8).

Hasil penyidikan, tersangka bukanlah warga Boyolali. Keberadaannya hanya transit sebelum melakukan pengiriman. Berdasarkan identitas, RM sendiri berasal dari Lampung Selatan. Peran RM dalam komplotan ini adalah kurir pengantar. Guna mengelabui, sabu dibungkus kemasan teh hijau bermerek Guanyinwang. Dugaan awal, sabu akan diedarkan di area Jogjakarta dan Jawa Tengah.

“Tersangka RM perannya kurir, kalau barang didapat dari Jakarta. Ambil jalur darat. Dia (RM) ketemu orang di Jakarta, masih dalami, proses lidik. Dapat upah Rp 10 juta,” katanya.

Motif ekonomi menjadi alasan tersangka memilih profesi kurir narkoba. Terlebih sang suami telah ditahan di lembaga pemasyarakatan Nusakambangan. Alhasil RM harus berjuang menghidupi ketiga anaknya.

Satresnarkoba Polres Sleman menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 114 ayat (2) dengan penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar. Pasal 112 ayat (2) ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup dan denda maksimal Rp 8 miliar. Adapula Pasal 127 ayat (1).

“Ini tidak bisa dinilai dengan uang tapi dengan diamankannya barang bukti sabu ini dapat menyelamatkan generasi penerus sebanyak 5.260 orang,” ujarnya.

RM mengaku terpaksa menjalani profesi ini. Di satu sisi RM juga beralibi tak mengetahui barang yang dibawanya adalah sabu. Hanya saja ibu rumah tangga ini memang mengenal bandar sabu tersebut.

“Cuma percaya, tidak tahu kalau isinya sabu. Teman suami saya yang titip. Sehari-hari saya di rumah, suami masih ditahan di Nusakambangan. Jadi kesulitan ekonomi juga,” katanya. (dwi/ila)

Hukum Kriminal