RADAR JOGJA – Pengadilan Negeri (PN) Sleman mengeksekusi pengosongan bangunan toko Bakpia 75 di Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (24//8). Eksekusi dikawal oleh puluhan petugas Perintis Polres Sleman dan aparat Polsek Mlati yang dipimpin Kapolsek Kompol Hariyanto.

Pintu pagar dan pintu utama dalam kondisi terkunci sehingga dibuka paksa dengan grenda. Usai pembacaan surat penyitaan oleh  Juru Sita PN Sleman Slamet Paryanto, pengosongan gedung seluas 1.430 meter persegi itu dimulai. Semua barang-barang milik termohon dikeluarkan dari dalam gedung dan diangkut menggunakan lima truk.

Eksekusi ini merupakan buntut sengketa yang terjadi sejak 10 tahun lalu. Berawal dari M Hidayat mempercayakan jasa membangun bangunan untuk Bakpia 75 kepada seorang kontraktor bernama  Djoni Salim. Meski bangunan telah selesai, Djoni mengklaim bahwa M Hidayat tidak memenuhi sisa kewajibannya sebesar Rp 2,9 miliar. Kemudian Djoni mengajukan gugatan ke pengadilan.

Mahkamah Agung menyatakan M Hidayat telah wanprestasi (ingkar janji) dan dihukum membayar sisa biaya pembangunan ditambah bunga keterlambatan pembayaran. Karena M Hidayat tidak mau melaksanakan putusan secara sukarela, Djoni Salim mengajukan upaya lelang terhadap aset milik M Hidayat yakni tanah dan bangunan tersebut. Lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jogja telah dilaksanakan, dan aset tersebut telah dibeli oleh pemenang lelang bernama Ferry Santoso

“Jadi hari ini adalah eksekusi untuk penyerahan aset tersebut ke pemenang lelang,” jelas Slamet usai eksekusi yang berakhir sekitar pukul 18.30.

Sementara itu tim kuasa hukum termohon  eksekusi Bambang Rimalio menyayangkan keputusan ini. Dia menyatakan telah menempuh upaya hukum perlawanan terhadap pihak ketiga (darden verzet) namun belum ada hasil.

“Seharusnya ditunda dulu setelah ada putusan hasil verzet. Ini eksekusinya belum berdasarkan putusan hakim yang memiliki kekuatan hukum tetap dan mengikat,” tandasnya. (sky/tif)

Hukum Kriminal