RADAR JOGJA – Mantan Kasi Intel Kejari Bantul berinisial AMH dilaporkan ke Polsek Depok Timur, Minggu (16/8). Warga Perum Jambusari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, ini dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap mantan kekasihnya, Yose Fani Oktavia BR Ginting, 24.

Fani menuturkan, peristiwa terjadi di rumah kos yang berada di Jalan Asem Gede, Dusun Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (16/8). Sekitar pukul 09.00 korban tengah berada kos kekasih barunya, Syafrie Whira Sanjaya Simbolon. Sekitar pukul 12.00 AMH tiba-tiba datang ke kos tersebut dan memaksa masuk ke kamar.

Saat Fani menghalang-halangi AMH, keduanya bertengkar. Syafrie yang saat itu sedang tidur di dalam kamar keluar untuk melerai. Namun, dia justru terkena pukulan AMH yang tengah marah hingga terjatuh.

“Sebelum kejadian, saya memang sedang bersama pacar saya. Tiba-tiba AMH datang dan langsung melakukan penganiayaan. Saya jgua dipukul bagian kepala belakang dan pelipis, kaki saya juga memar,” tuturnya, Selasa (18/8).

Dijelaskan, Fani dan AMH saling mengenal sejak tahun tahun 2018 lalu. AMH mengaku berstatus bujang dan keduanya menjalin hubungan. Pertengahan 2019 lalu Fani mengetahui bahwa AMH telah beristri sehingga dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan AMH.

“Puncak kekesalannya saat mengetahui bahwa saya mempunyai hubungan dengan kekasih baru. Saat itu AMH berusaha mencari keberadaannya hingga akhirnya ditemukan di lokasi,” jelasnya.

Kapolsek Depok Timur Kompol Suhadi membenarkan adanya laporan terkait kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari korban.

“Benar kejadian itu, kedua korban sudah kami mintai keterangan,” katanya. (sky/tif)

Hukum Kriminal