RADAR JOGJA – Modus membantu berujung pencurian dengan kekerasan. Aksi ini dilakukan kuartet RA alias Bencong, DK alias Genjix, GKW alias Xetel dan AP alias Negro. Keempatnya merampas Honda Beat AB 4287 SN dan gawai OPPO A7 milik Ganesh Risanghastho Wiratsasongko.

Perampasan ini terjadi Sabtu dini hari (4/7) di ruas jalan Tirtodipuran, Mantrijeron. Tepatnya di depan Gedung Krido Bekal Wiromo. Keempat tersangka diketahui membututi korban sejak dari jalan Parangtritis.

“Jadi awalnya korban bersama temannya sedang mendorong motor yang bocor. Lalu rombongan pelaku sempat menawarkan bantuan tapi ditolak. Ternyata mereka mengikuti dari belakang dan akhirnya malah merampas kendaraan dan handphone,” jelas Kapolresta Jogja Kombes Pol Sudjarwoko ditemui di Mapolresta Jogja, Jumat (14/8).

Aksi perampasan kendaraan bermotor disertai dengan kekerasan. Korban dan temannya sempat ditendang oleh pelaku. Tak hanya itu, para pelaku juga mengancam korban dengan dua buah pisau dapur.

Pasca mendapatkan barang rampasan, keempat pelaku langsung melarikan diri. Pelaku Bencong dan Xetel menjual Honda Beat seharga Rp 1,3 juta kepada penadah bernama FY, 36. Proses transaksi ini melalui perantara tersangka inisial HSS.

Tersangka Bencong juga menjual OPPO A7 milik korban. Gawai pintar ini dijual di sebuah konter di Jogja Tronik seharga Rp 1,2 juta. Selanjutnya seluruh hasil penjualan dikumpulkan dan dibagi rata.

“Hasil penjualan dibagi rata berempat. Masing-masing dapat Rp 450 ribu. Kalau dua tersangka terakhir FY dan HSS itu penadah. Tidak bagian dari empat tersangka curas,” katanya.

Tim Satreskrim Polresta Jogja langsung bergerak cepat. Penyelidikan berlangsung intens untuk melacak keberadaan para tersangka. Bermodalkan keterangan saksi dan rekaman CCTV.

Tersangka Bencong ditangkap terlebih dahulu di Wonosari Gunungkidul, Rabu (12/8). Berlanjut kemudian menangkap tersangka Genjic, Xetel dan Negro di lokasi yang berbeda. Terakhir adalah tersangka penadah HSS dan FY.

“Untuk menghilangkan jejak, motor rampasan dicat hitam oleh pelaku. Awalnya motor ini warnanya putih,” ujarnya.

Keempat pelaku perampasan dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Kuartet ini diancam dengan hukuman penjara sembilan tahun penjara. Sementara dua tersangka penadah dijerat Pasal 480 KUHP. Ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.

“Selain sepeda motor milik korban, kami juga mengamankan dua sepeda motor milik tersangka. Honda Beat AB 2640 KM dan Honda Vario AB 3536 OI,” katanya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal