Di satu sisi, Sugeng tak pernah mendengar anaknya mengeluh. Justru kerap menceritakan keindahan alam Papua. Ini pula yang menjadi salah satu alasan memilih mengabdi di tanah Papua. “Kalau dengan mamahnya seminggu dua kali selalu kontak. Kalau tidak padat (tugas) dia sering telepon. Memberi kabar di sana baik-baik saja, bahkan betah. Kerap cerita keindahan alamnya,” kenangnya.

Henry sempat bercerita tentang kerusuhan di Papua. Kantor tempat kerjanya di Jayapura pernah dibakar. Walau begitu sosok ibu tetap memilih bertahan untuk bertugas. Keluarga masih bertanya-tanya motif pembunuhan. Berdasarkan cerita, Henry tak memiliki musuh selama di Papua. Terlebih posisi Henry hanya seorang staf dan bukan pejabat KPU.

Hukum Kriminal