RADAR JOGJA – Tersangka penelantaran anak bawah umur, AZM, 20 dan HRP, 20 dijerat pasal berlapis. Terutama terkait pasal Perlindungan Anak. Akibat perbuatannya, sepasang kekasih ini terancam hukuman penjara lima tahun.

Sanksi hukum merupakan wujud konsekuensi atas tindakan keduanya yang menelantarkan anak berusia di bawah 7 tahun secara sadar dan sengaja. Dengan maksud untuk ditemukan atau melepaskan diri dari tanggung jawab mengasuh anak.

“Latar belakang lain juga takut akan diketahui kelahiran anaknya. Terutama oleh keluarga masing-masing,” jelas Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah ditemui di Lobi Mapolres Sleman, Kamis (13/8).

Kasus keduanya berawal saat kedua tersangka mendatangi seorang bidan di Banguntapan, Bantul. Maksudnya untuk meminta bantuan persalinan. Hingga akhirnya seorang bayi laki-laki dilahirkan pada 28 Juli. 

Pasca melahirkan, kedua tersangka diam-diam keluar dari tempat kerja sang bidan. Keduanya memutuskan untuk berputar-putar menggunakan Suzuki Ignis P 1231 QN. Lalu memutuskan untuk menaruh buah hati mereka di salah satu rumah warga Godean, Rabu dini hari (29/7).

“Alasannya karena belum bisa merawat dan takut mencoreng nama keluarga, makanya membuang bayi tersebut dan merupakan keputusan secara bersama antara kedua tersangka,” katanya.

Aksi keduanya terbongkar berkat rekaman CCTV. Sosok tersangka HRP tertangkap kamera sedang membuang bayi tersebut. Mulai dari keluar dari mobil berwarna putih, masuk halaman rumah warga dan menaruh bayi.

MJajaran Satreskrim Polres Sleman dan Unit Reskrim Polsek Sleman menangkap keduanya Kamis (30/7). Selang sehari keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Sleman, Jumat (31/7).

“Cepat terungkap karena terekam CCTV. Lalu info ini menjadi viral di beberapa media elektronik. Dari hasil penyidikan, keduanya sudah berpacaran sejak 2018,” ujarnya.

Terkait kondisi bayi, Deni memastikan sehat. Karena orang tua dari tersangka AZM bersedia merawat bayi laki-laki tersebut. Serah terima dilakukan oleh Dinas Sosial Sleman kepada keluarga tersangka. Berlangsung di Puskemas Godean. Info terakhir telah dibawa ke Jember Jawa Timur.

Keduanya dijerat dengan pasal berlapis. Tepatnya pasal 76 B junto pasal 77B undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 55 KUHP.

Adapula Pasal 304 KUHP junto Pasal 305 Pasal 55 KUHP. Masing-masing pasal memberikan ancaman maksimal penjara lima tahun.

“Kalau profesi, yang pria ini mahasiswa kedokteran aktif salah satu universitas di Jogjakarta. Kalau yang perempuan statusnya pelajar dan baru akan melaksanakan pendidikan untuk daftar kuliah di wilayah Jogjakarta,” katanya.

Tersangka AZM mengaku terpaksa membuang buah hatinya. Dia membenarkan aksi tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama. Alasannya malu dan takut memiliki anak diluar nikah.

AZM pula yang menulis pesan dalam kardus. Bertuliskan ‘Izinkan saya menitipkan anak saya. Mohon sayangi dia sebagaimana saya menyayanginya. Tolong besarkan dia sebagaimana saya ingin membesarkannya. Berikanlah dia yang terbaik’.

“Saya yang menulis juga tulisan di kardus itu. Tidak tega, tapi ada niatan membuang karena saya takut, sehingga keputusannya kami buang,” ujarnya.(dwi/tif)

Hukum Kriminal