RADAR JOGJA – Jajaran Satreskrim Polres Sleman membekuk komplotan pembobol ATM lintas. Berawal dari tertangkapnya tersangka AS, 44 tahun saat sedang beraksi di Indomaret kawasan Gamping 5 Juli lalu. Berlanjut dengan penangkapan tersangka inisial AA, 43, WD, 44, AW, 19, DIS, 26 dan MAR, 29.
Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah memastikan komplotan ini spesialis lintas pulau. Lima dari pelaku ini berasal dari Sumatera Selatan dan satu orang lain dari Jogjakarta. Sasarannya selama ini adalah ATM tanpa penjagaan.

“Modusnya mengincar ATM yang ada di minimarket. Terlebih dulu membongkar atap minimarket. Setelah berhasil masuk komplotan ini membobol mesin ATM dengan las,” jelasnya ditemui di Mapolres Sleman, Kamis (6/8).

Terbongkarnya aksi komplotan berkat kecurigaan warga, muncul suara bising di sekitar minimarket. Tak perlu menunggu lama, warga langsung menghubungi Polsek setempat. Komplotan kerap beraksi dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.00. Sebelum beraksi, masing-masing tersangka bertugas sesuai perannya.

“Warga curiga karena jam setengah 4 lagi suara dari dalam minimarket berisik sekali. Saat itu tersangka AS sudah berada di dalam. Sementara empat teman lainnya mengintai dan menunggu di luar,” katanya.

Berkat laporan warga, komplotan ini gagal mengambil uang. Walau begitu AS berhasil membongkar mesin ATM hanya dalam waktu 1 jam.
Pasca penangkapan AS, Satreskrim Polres Sleman menangkap lima tersangka lainnya di Magelang Jawa Tengah. Keberadaan kelimanya di Magelang dalam rangka melarikan diri. Kelimanya berhasil ditangkap kurang dari 24 jam pasca penangkapan AS.

“Ngakunya baru satu kali ini beraksi. Tapi masih kami dalami. Sebelum beraksi mereka sudah menggambar lokasi seperti membaca situasi sekitar dan mengetahui letak CCTV,” ujarnya.

Kepada penyidik, para tersangka mengaku terpaksa bertindak sebab tak kunjung mendapat pekerjaan. Kedatangan mereka ke Jogjakarta tadinya dalam rangka mencari pekerjaan. AS berdalih terpaksa atas kebutuhan ekonomi, dan mengetahui cara membobol ATM tutorial YouTube.

“Alasannya ke Jogjakarta, ada pandemi (Covid-19) lalu mau cari kerja tapi tidak kunjung dapat. Baru datang 3 sampai 4 bulan yang lalu,” katanya.

Akibat perbuatannya ini tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP. Berupa pencurian dengan pemberatan. Sanksi yang didapat adalah ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Kalau untuk barang bukti, kami berhasil mengamankan alat las untuk membobol ATM, sebuah tabung gas tiga kilogram, hingga mobil yang digunakan tersangka. Mobilnya itu sewa di rental,” ujarnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal