RADAR JOGJA – Jajaran Satresnarkoba Polres Sleman menangkap salah satu jaringan pengedar ganja di Sleman. Mereka adalahSy, 43, AGP, 21, DS, 31 dan MRA, 25. Dari  keempatnya diamankan barang bukti ganja kering seberat 2,4 kilogram.

Terbongkarnya jaringan ini berawal dari penangkapan tersangka Sy, Minggu (5/7). Pria asal Boyolali Jawa Tengah ini ditangkap di foodcourt Denggung, jalan Magelang, Sleman. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah ganja kering seberat 483 gram dan sabu 1,87 gram.

“Peran tersangka ini sebagai pengedar. Berawal dari penangkapan ini lalu ada pengembangan untuk kasus lainnya. Untuk jaringan ganja berhasil diamankan dalam kurun waktu satu minggu,” jelas Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (14/7).

Saat dilakukan penyidikan, tersangka Sy mengaku akan melakukan transaksi. Berdasarkan keterangan tersebut, Satreskoba Polres Sleman melakukan penyelidikan hingga akhirnya muncul nama tersangka inisial AGP dan DS. Dalam hitungan jam, kedua tersangka berhasil ditangkap di jalan Gito Gati, Senin dini hari (6/7) pukul 01.00. Dari keduanya, polisi berhasil mengamankan ganja kering seberat satu kilogram.

“Dari keterangan kedua tersangka terakhir kami dapatkan nama MRA. Sosok ini kami tangkap di Sukoharjo (Jawa Tengah) dan berhasil kami amankan barang bukti ganja kering 912 gram,” katanya.

Keempat tersangka, lanjutnya, berperan sebagai perantara. Pihaknya masih mendalami jaringan pengirim atau pemilik ganja kering. Walau bukan warga DIJ, namun keempatnya kerap bertransaksi kota pendidikan ini.
Berdasarkan data, ganja didapatkan dari luar pulau Jawa tepatnya Aceh. Selanjutnya masuk ke DIJ melalui Jawa Tengah. Seluruhnya dikirim melalui jasa ekspedisi.

“Semua barang bukti ini akan siap edar di wilayah Kabupaten Sleman. Kalau sasarannya itu anak muda hingga pekerja di wilayah Sleman,” ujarnya.

Terkait modus, perwira menengah dua melati ini mengakui para tersangkat nekat memasuki ruang publik. Terbukti dari penangkapan tersangka Sy saat akan bertransaksi di Foodcourt Denggung.

“Pengakuannya baru 2 bulan ini jualan ganja. Tapi kami tak percaya begitu saja, tetap kami gali informasinya,” katanya.

Kasatresnarkoba Polres Sleman AKP Andhyka Dodi Hendrawan menegakan keempatnya dijerat pasal berlapis. Di antaranya Pasal 114 ayat (2) berupa pidana seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Adapula denda maksimal Rp 10 miliar.

“Lalu ada Pasal 111 ayat (1), sanksinya pidana maksimal 12 tahun dan denda paling sedikit 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar,” tegasnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal