RADAR JOGJA – Personel gabungan Satreskrim Polres Bantul dan Ditreskrimum Polda DIJ meringkus komplotan spesialis pencurian mobil jenis pick up. Total ada empat tersangka yang ditangkap di lokasi persembunyiannya, Purbalingga Jawa Tengah, Selasa (7/7).

Dirreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Burkan Rudi Satria menjelaskan detil modus pencurian. Sebelum beraksi, para komplotan terlebih dahulu mengamati calon korbannya. Mulai dari rutinitas hingga lokasi untuk beraksi. Jam beraksi antara pukul 02.00 hingga 05.00.

“Awalnya membuka pintu dengan kunci palsu lalu memotong kabel kunci starter dan diganti soketnya. Ini langsung bisa nyala. Waktu yang dibutuhkan untuk sekali beraksi 1 hingga 4 menit,” jelasnya ditemui di Mapolres Bantul, Jumat (10/7).

Tiga tersangka ditangkap di Bumiayu, Brebes dan satu pelaku di Pemalang Jawa Tengah. Yakni Mardiyanto Ari Prabowo, 33, Susyanto, 46, Mursito, 46 dan Agus Riyanto, 58. Keempatnya dibawa ke Mapolres Bantul Kamis malam (9/7).

Terbongkarnya aksi komplotan spesialis berkat laporan salah satu korban, Narto, 34. Awalnya korban masih melihat Suzuki Futura di halaman rumahnya pukul 02.00, Rabu (1/7). Baru pada pagi harinya, tepatnya pukul 06.00, kendaraan telah raib dari teras rumah.

“Kendaraan langsung dibawa ke Purbalingga. Disana diganti kuncinya lalu dioplos untuk menghilangkan ciri. Nomor rangka dan nomor mesin juga diganti,” katanya.

Saat melakukan penyelidikan muncul aksi serupa di wilayah hukum Polres Kulonprogo. Kali ini komplotan menyasar kendaraan milik penjual tahu di Pasar Wates. Mobil dicuri saat pemilik sedang menurunkan barang dagangannya.

Seluruh kendaraan curian dibawa ke sebuah bengkel di Purbalingga. Saat dilakukan penangkapan, ada beragam bukti. Diantaranya satu set las karbit, las listrik guna mengoplos pick up. Tiga chasis dan plat nomor palsu.

“Jaringan ini sudah memiliki tempat eksekusi. Masuk bengkel dipotong lalu nomor rangka dan mesin diganti dan dijual ulang. Satu mobil itu bisa laku Rp 15 juta tanpa surat,” ujarnya.

Dari lokasi penggerebekan, polisi juga mengamankan empat unit mobil pick up. Ada pula tiga kendaraan operasional. Berdasarkan penyidikan sementara, para pelaku sempat beraksi di Sleman, Kota Jogja, Bantul dan Kulonprogo.

Keempatnya juga diketahui memiliki catatan kriminal sebagai residivis kasus yang sama. Area beraksi di seputaran DIJ, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Mereka pilih pick up karena mudah dicuri. Selain kuncinya masih konvensional, terkadang parkirnya juga belum aman. Taruh pinggir jalan atau di halaman rumah seadanya,” katanya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Budi Tri Sulistiyono meminta warga lebih hati-hati memarkirkan kendaraan. Dalam kasus ini, diakui olehnya ada keteledoran pemilik dalam memarkirkan kendaraan. Alhasil memberikan peluang munculnya aksi kejahatan.

“Parkirnya masih di pinggir jalan atau garasi tanpa pintu. Ini jadi incaran bagi pencuri. Untuk komplotan ini memang spesialis pinggiran Bantul. Kami jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun,” ujarnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal