RADAR JOGJA – Bermodalkan kata-kata manis, Nurcahyo memperdaya para korbannya untuk penipuan dengan modus mencarikan surat sehat bebas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pria berusia 34 tahun ini merampas sejumlah barang berharga milik korban. Tak hanya itu pelaku juga sempat check in di salah satu hotel di wilayah Kota Jogja.

Kapolsek Kotagede Kompol Dwi Tavianto menceritakan detil kejadian. Terbongkarnya aksi Nurcahyo berawal dari laporan salah satu korbannya berinisial ER. Perempuan berusia 23 tahun ini awalnya berkenalan melalui sosial media. Lalu mengutarakan niat untuk pulang kampung ke Wonosari Gunungkidul.

“Jadi awalnya itu ingin membantu mencarikan surat sehat bebas Corona dari dokter atau rumah sakit. Lalu tersangka menjemput korban di tempat kerjanya di daerah Kuncen Wirobrajan. Itu Jumat 12 Juni 2020 sekiranya jam 11.00,” jelasnya ditemui di Mapolsek Kotagede, Senin (6/7).

Niat mencari surat sehat bebas Covid-19 berubah menjadi jalan-jalan. Diawali dengan makan di kawasan jalan Parangtritis. Setelahnya atas kesepakatan bersama keduanya check in di sebuah hotel di jalan MT Haryono pukul 13.00 hingga 17.00.

Usai bermesraan, kedua orang yang baru saling kenal ini pergi ke sebuah salon di Jalan Tegal Gendu, Prenggan Kotagede. Korban yang sudah percaya kepada Nurcahyo lantas menitipkan tas dan gawainya. Memanfaatkan kelengahan korbannya, Nurcahyo lantas kabur.

“Keduanya saling sepakat untuk inap di hotel di Jalan MT haryono. Di situlah apa yang dilakukan sampai jam 5 sore. Selanjutnya rambut merasa tidak enak, pingin keramas dan masuk salon. Saat tiba giliran, tersangka kabur dan bawa handphone dan tas kecil isi uang Rp 3 juta,” katanya.

Sadar telah ditipu, korban lantas melaporkan ke Polsek Kotagede. Jajaran Unit Reskrim segera melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya Nurcahyo  ditangkap di rumah kontrakannya di Sewon Bantul. Kanit Reskrim Polsek Kotagede Iptu Mardiyanto menyebut pelaku spesialis penipuan. Modus yang digunakan dengan mendekati calon korbannya. Saat lengah, pelaku langsung menggasak barang berharga milik korbannya.

“Kalau pengakuan tersangka sudah tujuh kali beraksi dengan modus serupa. Areanya Jogja dan Jawa Tengah, pernah di Boyolali dan Semarang. Ini masih kami dalami,” ujarnya.

Modus lainnya, Nurcahyo ternyata membawa benda semacam rajah atau jimat sebagai pegangan diri. Fungsinya dipercaya untuk membuat korban khususnya kaum perempuan takluk.  Nurcahyo  berburu korban di sosial media. Saat mendapatkan respon, interaksi lanjut ke nomor pribadi. Perbincangan berlanjut dengan pertemuan langsung atau kopi darat.

“Tersangka mengaku pakai rajah saat mendekati korbannya. Kemarin langsung diserahkan saat kami tangkap seminggu lalu di kontrakannya. Rajahnya dibungkus kain putih kecil,” katanya.

Kepada polisi, Nurcahyo mengaku terpaksa melakoni kejahatan tersebut. Awalnya pelaku berprofesi sebagai kondektur bus. Kemudian memutuskan untuk berhenti setelah muncul pandemi Covid-19. Uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli nomor togel dan keperluan sehari-hari.

“Saat ini tidak bekerja, sebelumnya memang kondektur bus tapi setelah pandemi (Covid-19) berhenti. Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara,” tegasnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal