RADAR JOGJA – Bermodalkan badan tegap dan gestur meyakinkan, Wasta Setiaji, 29, mengaku sebagai personel Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuannya memperdaya orang yang ditemuinya. Dia lantas merebut barang berharga yang dimiliki korbannya.

Aksi ini berlangsung di Alun-Alun Utara, tepatnya depan Pagelaran Kraton Jogjakarta, Minggu (7/6). Warga Klaten, Jawa Tengah ini melihat calon korbannya Herman Fauzi, 26, tengah nongkrong di kawasan tersebut. Selanjutnya pelaku mendekati korban berdalih memeriksa identitas.

Kronologi korban main di sekitar Alun-Alun Utara pukul 23.00, lalu datang pelaku. Mengaku petugas Covid-19, diinterograsi dan mau dibawa ke kantor. Alibi agar tidak lari, pelaku minta handphone korban sebagai jaminan. Setelah diterima lalu korban diminta ikut.

”Saat itulah pelaku kabur naik motor,” jelas Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto ditemui di Mapolsek Gondomanan, Senin (22/6).

Dalam aksinya ini, pelaku berhasil membawa kabur dua gawai sekaligus, merek Oppo dan Vivo seharga total Rp 5,4 juta. Usai merebut gawai, pelaku berhasil menjual gawai tersebut seharga Rp 700 ribu.

Selang sepekan, korban baru melaporkan kejadian yang menimpanya. Bermodalkan dua dus gawai, korban melapor ke Polsek Gondomanan, Senin pagi (15/6). Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku di hari yang sama.

Pelaku ditangkap Senin sore (15/6) di daerah Pojok Beteng Barat. ”Dari tangan pelaku kami amankan barang bukti satu handphone Oppo A1K. Sementara yang Vivo V7 sudah dijual secara online,” katanya.

Setiaji pernah dipenjara di Klaten, Jawa Tengah medio 2016. Selepas menghirup udara bebas kambuh lagi. Dia juga beraksi di Bantul medio 2017. Terakhir pernah berurusan dengan jajaran Polres Sleman medio 2019. Modusnya sama berupa aksi penipuan mengaku sebagai petugas hukum.

”Yang terakhir di Sleman itu mengaku sebagai anggota Satresnarkoba Sleman. Modusnya sama merampas barang berharga. Sudah dipenjara tiga kali, di Sleman bebas Oktober 2019,” ujarnya.

Purwanto meminta warga lebih waspada terhadap modus ini. Agar tidak mudah percaya kepada sosok yang mengaku sebagai personel kepolisian. Terlebih jika mulai muncul gelagat mencurigakan.

Terhadap Setiaji, penyidik menjerat dengan pasal 378 KUHP. Pasal ini berbicara tentang penipuan. Ancaman hukuman atas aksi kriminalitas ini adalah empat tahun penjara. (dwi/ila)

Hukum Kriminal