RADAR JOGJA – Kapolsek Umbulharjo Kompol Setyo meminta para orang tua mengawasi buah hatinya secara serius. Tidak hanya melihat dalam lingkungan rumah tapi juga lingkup pertemanan. Menelisik pola pergaulan agar terjerumus pada aksi anarkisme yang berujung pada kriminalitas.

Beberapa kasus kenakalan remaja terkadang tak terawasi oleh orangtua. Misalnya ketika anak dikenal sebagai sosok yang pendiam dan penurut saat berada dalam rumah. Sedangkan dalam beberapa kasus, di lingkungan lain cenderung anarkis saat bersama temannya. 

“Beberapa kasus yang kami tangani seperti itu. Di rumah baik tapi kadang orangtua tidak monitor dengan siapa anaknya berteman. Harus tahu latar belakangnya. Pasti bilang anak saya baik di rumah padahal tidak tahu pergaulan diluar seperti apa,” jelasnya ditemui di Mapolsek Umbulharjo, Selasa (16/6).

Fenomena ini bukan sekali dua kali terjadi di wilayah hukumnya. Lengahnya peran orang tua menjadi celah bagi anak bertindak anarkis. Perwira menengah satu melati ini juga menyoroti jam bermain. Fenomena anak pulang hingga larut malam terkesan biasa. 

Dia mencontohkan kasus yang terjadi di wilayah hukumnya. Seorang anak di bawah umur berinisial RGR terlibat dalam kasus kriminalitas. Berupa membawa senjata tajam jenis parang. Alhasil anak berusia 16 tahun ini dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Pengakuan pelaku komunikasi lewat medsos, saling tantang. Senjata yang dibawa itu dibuatnya sendiri di rumah. Masih pelajar tingkat SMP tapi kejar paket. Tetap kami kenakan UU Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Aryanto menjelaskan kronologi kejadian. Berawal dari komunikasi pelaku dengan seseorang di sosial media, Selasa (9/6). Dalam komunikasi tersebut terjadi salah tantang. Hingga akhirnya disepakati bertemu di suatu lokasi. 

Sekitar pukul 12.00, pelaku bertemu dengan dua temannya di kawasan Pasar Gamping. Selang satu jam, 13.00, pelaku bersama temannya pulang ke rumah Sedayu untuk mengambil parang. Setelahnya nongkrong di sebuah warung di kawasan Ngabean Kota Jogja.

“Lalu pukul 16.00, pelaku dan rombongan menuju Jalan Batikan. Akhirnya mereka ketemu dengan rombongan lawannya. Pelaku sempat dilempar helm oleh lawannya, lalu dia (pelaku) turun dari motor dan mengejar lawannya sambil mengacungkan parang,” katanya.

Keributan tersebut memancing perhatian warga. Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga setempat. Selang beberapa waktu tim patroli Polsek Umbulharjo langsung mengamankan pelaku dan beragam barang bukti.

“Pelaku ini dari geng Mizoh High Solidarity. Kami berhasil mengamankan pedang sepanjang 75 centimeter, satu helm, kaos bertuliskan Mizoh dan sepeda motor Scoopy nopol AB 5763 EA,” ujarnya. (dwi/tif)

Hukum Kriminal