RADAR JOGJA – Jajaran Polsek Umbulharjo berhasil meringkus pelaku penganiayaan terhadap korban Fajri Oktoriko. Pemuda berusia 20 tahun ini dianiaya oleh temannya sendiri, Allen Valentino, 45. Penyebab utamanya adalah pelaku tersinggung atas ucapan korban kepada istri sirinya. Alhasil pelaku menusuk korbannya dengan pisau belati.

Penganiayaan berawal saat keduanya tengah berbincang di jalan Pandeyan Umbulharjo, 29 April. Ditengah perbincangan tersebut terlontar perkataan yang membuat pelaku tersinggung. Sejurus kemudian pelaku mengeluarkan belati. Senjata tajam itu dia hujamkan ke punggung sebelah kiri dan dada sebelah kanan.

“Saya tidak terima atas omongan dia (korban) ke istri saya. Spontan saja (menganiayanya),” jelas pelaku ditemui di Polsek Umbulharjo, Senin (8/6).

Pasca penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri. Untungnya Unit Reskrim Polsek Umbulharjo berhasil membekuk pria asal Jambi ini. Sementara korban langsung minta pertolongan warga. Dengan tertatih, akhirnya korban mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Hidayatullah.

Kedua pemuda ini berasal dari daerah yang sama, Jambi. Keduanya juga merupakan teman akrab dalam kehidupan sehari-hari. Usut punya usut ternyata penganiayaan berlangsung dalam keadaan setengah sadar.

“Sempat minum-minum (minuman beralkohol) saat itu tapi tidak sampai mabuk. Sekarang saya menyesal melakukan itu (penganiayaan),” katanya.

Kapolsek Umbulharjo Kompol Setyo menegaskan tetap ada sanksi tegas kepada pelaku. Terlebih penganiayaan menggunakan senjata tajam. Barang bukti yang diamankan adalah pisau belati sepanjang 25 centimeter.

Perwira menengah satu melati ini juga membenarkan keduanya adalah teman akrab. Bahkan berasal dari kampung yang sama. Keduanya sama-sama merantau di Jogjakarta untuk mencari sesuap nasi.

“Korban ini statusnya masih mahasiswa. Sementara pelaku ini pekerja swasta. Tetap kami tahan, karena terbukti melanggar pidana,” tegasnya.

Kepada pelaku, polisi menerapkan Pasal 351 Ayat 2 KUHP. Pasal ini berbicara tentang penganiayaan yang menyebabkan korbannya luka berat. Saat ini pelaku tinggal menunggu pelimpahan kasus dan masa sidang.

“Tindak pidana ini dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” katanya.(dwi/tif)

Hukum Kriminal