RADAR JOGJA – Warga Perumahan Safira, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, bingung bukan kepalang. Keladinya, lima unit motor digasak maling. Parahnya, peristiwa itu terjadi hanya semalaman, Senin (18/11) pagi.

Dari lima motor yang dicuri, dua unit ditinggalkan pelaku karena mogok. “Kejadiannya sekira pukul 03.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB. Karena sekira waktu 02.30 WIB saya masih belum tidur,” kata korban Ali Rohman saat ditemui Radar Banten di kediamannya.

Ali mengaku kehilangan dua unit motor jenis Honda Vario A 4686 BZ dan Yamaha Mio A 4086 CQ. Motor tersebut diparkir di teras depan rumahnya Blok C 5 nomor 6. “Memang pagar rumah tidak saya gembok karena kuncinya rusak. Tapi biasanya di sini aman. Baru kali ini kejadian pencurian,” katanya.

Selain menyatroni rumah Ali, maling juga menggasak tiga unit motor milik tetangganya yang persis berada di samping rumah dan depan rumahnya. “Kalau motor Pak Endang yang rumahnya samping saya ini Honda Blade. Kalau Pak Lucky itu dua motor Honda Beat,” ucapnya.

Namun motor milik Lucky gagal dibawa kabur para pelaku karena mogok. Motor tersebut ditinggalkan di area belakang perumahan. “Satu ada di kuburan satu lagi ada di gubuk sana (menunjuk area belakang perumahan-red),” katanya.

Bagian belakang perumahan tersebut kata Ali tidak dipagar. Para pelaku memanfaatkan kondisi tersebut apalagi bagian belakang perumahan bisa tembus ke jalan raya. “Kalau ke sana (lewat belakang-red) bisa tembus ke jalan. Ada akses jalan kesana,” ucapnya.

Ali menceritakan kejadian pencurian tersebut baru diketahui saat Endang hendak salat subuh sekira pukul 04.30 WIB. Dia melihat gerbang rumahnya sudah terbuka dan motor Honda Blade-nya sudah tidak berada di teras.

“Saya dibangunin Pak Lucky. Dia bilang motor Pak Ali masih ada tidak? Soalnya motor saya hilang,” katanya menirukan percakapan Endang.

Saat melihat teras Ali kaget bukan kepalang. Sebab dua unit motornya sudah tidak berada di tempat. Dia bersama Endang lalu memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain. “Ternyata motor milik Pak Lucky sudah enggak ada juga. Kami sempat melakukan pencarian dan ketemu motor Pak Lucky tadi,” tuturnya.

Kasus pencurian tersebut baru pertama kali terjadi di Blok C. Sebelumnya lingkungan Blok C dirasa aman. Warga sudah biasa menaruh motor di teras rumah. “Di sini biasanya aman-aman saja. Kalau satpam kita enggak ada. Tapi ada pos kamling,” katanya.

Dia menduga kasus pencurian tersebut dilakukan lebih dari lima orang. Sebab ada lima unit motor yang digasak para pelaku. Para pelaku sendiri diyakini menggunakan kunci leter T dan mengawasi kondisi sekitar sebelum beraksi.

“Kalau dilihat motor yang ditinggalkan tadi kondisi stop kontaknya sudah dirusak. Mungkin mereka pakai kunci letter T itu tadi,” katanya. (jpnn)

Hukum Kriminal