RADAR JOGJA – Lagi. Seorang oknum guru di salah satu SD wilayah Seyegan dilaporkan ke Polres Sleman. Oknum guru PNS yang dilaporkan tersebut berinisial SUP, warga Nyingin, Margomulyo, Seyegan. Dia dilaporkan karena diduga melakukan pencabulan terhadap beberapa siswinya.

Salah seorang orang tua korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan pencabulan terjadi pada Rabu, 14 Agustus 2019. Dan baru dilaporkan Kamis, 22 Agustus 2019. “Kejadiannya saat kemah di daerah Tempel,” katanya, Selasa (10/9).

Saat itu dia sengaja menjenguk anaknya yang sedang kemah. Ketika bertemu, dia bertanya apakah anaknya bisa tidur dengan nyenyak atau tidak. “Katanya tidak bisa karena di tenda ada pak guru,” ujar dia menirukan jawaban anaknya.

Dia lantas curiga dengan hal tersebut. Lalu melanjutkan pertanyaan apakah guru yang saat malam di tenda melakukan perbuatan asusila. Jawaban yang dia terima dari anaknya, mengaku ada yang dipegang pada bagian kelamin dan payudara.

Setelah kejadian tersebut, dia lantas membawa pulang anaknya dari acara kemah dalam rangka memperingati Hari Pramuka. Ternyata setelah dia melakukan penelusuran, korban dari perbuatan bejat oknum guru tersebut tidak hanya satu. Melainkan 10 anak. Kemungkinan jumlahnya bisa bertambah. “Setelah kejadian itu, saya lapor ke kepala sekolah,” jelasnya.

Setelah laporan itu, tidak segera ditanggapi. Lantas orang tua siswa lain yang juga menjadi korban melapor pada UPT Pelayanan Pendidikan setempat. “Dari UPT menyarankan untuk membuat laporan polisi,” katanya.

Dari penuturannya, pelaku merupakan wali kelas 6. Setelah kejadian tersebut oknum guru itu tidak pernah terlihat di sekolah. Hingga beberapa hari lalu dia tiba-tiba datang ke sekolah.

Sejauh ini, sudah ada empat korban yang melaporkan pencabulan tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan dari anaknya dan beberapa saksi lain. “Sudah diperiksa semoga segera diproses,” harapnya.

KBO Reskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo mengatakan saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Beberapa saksi juga sudah dipanggil. “Laporan sudah diterima unit PPA, sekarang masih proses penyelidikan dengan memeriksa saksi,” ujar Bowo.

Bowo mengatakan, berdasarkan laporan polisi, ada empat orang yang menjadi korban. Dengan inisial KMA, 11; DK, 11; NMA, 11; dan RN, 11. Keempatnya merupakan warga Seyegan. (har/iwa/rg)

Hukum Kriminal