RADAR JOGJA- Para korban arisan online Kim Central Asia (KCA) mendatangi Mapolda DIJ , Rabu (23/6). Kedatangan mereka untuk menanyakan kelanjutan penanganan atas laporan yang telah dibuat beberapa korban terhadap penyelenggara arisan berinisial Nv.

Diketahui arisan ini telah lama macet dan para peserta (member) tak mendapatkan haknya. Padahal uang ratusan juta telah mereka setorkan hingga total kerugian yang dialami para member nilainya mencapai sekitar Rp 22 miliar.

D, salah seorang member mengaku bergabung dalam arisan KCA sejak September tahun lalu. Empat bulan mengikuti namun tiba-tiba arisan ini berhenti, padahal ia telah menyetor uang hingga total Rp 185 juta.

“Bulan Januari mulai tidak lancar. Sudah pernah menanyakan kepada penyelenggara, namun tidak ada titik temu sampai sekarang,” katanya.

Ia ikut dalam arisan KCA diajak langsung oleh Nv. Perempuan muda pengusaha ini tergiur karena iming-iming uang akan kembali dalam jumlah berlipat dengan sistem arisan.

Korban lain, Y juga merasakan hal yang sama. Jika dihitung-hitung total kerugian yang dialaminya hampir sekitar Rp 700 juta.

“Jatuh tempo seharusnya dibayar, namun hingga saat ini selama kurang lebih 6 bulan table arisan duos KCA tidak dibayar. Saya sudah mencoba menagih slot atas duos namun belum ada jawaban lebih lanjut,” katanya.

Para member meminta kepada pihak Polda DIJ untuk dapat segera mengusut kasus tersebut. Sejauh ini diketahui ada belasan laporan yang telah dibuat para member terhadap penyelenggara arisan KCA.

Kabid Humas Polda DIJ, Kombes Pol Yuliyanto membenarkan adanya para korban arisan KCA yang mendatangi Mapolda DIJ.

“Benar ada yang datang untuk menanyakan perkembangan laporan yang dibuat. Akan saya tanyakan ke penyidik untuk perkembangan kasunya,” ujarnya. (sky)

Hukum Kriminal