JOGJA – Hingga malam hari ini (13/4) ibu terduga teroris KTYH, 50, belum mengetahui secara pasti alasan anaknya, AM, ditangkap polisi.

”Tadi katanya terlibat jaringan terorisme. Informasi ini pun tidak datang langsung dari pihak kepolisian, dari info orang-orang,” ujarnya.

Pada awalnya perempuan paroh baya ini juga tidak mengetahui anaknya ditangkap. Dia mengira ramai-ramai di gang masjid adalah penangkapan maling. Baru pukul 11.30 dia mengetahui bahwa anaknya lah yang dibawa oleh polisi.

“Saya itu tahunya ramai-ramai pagi tadi itu maling jambret. Sempat tanya sama orang yang menangkap tapi disuruh tenang, setelah itu saya kembali lagi ke rumah,” jelasnya ditemui di kediamannya.

Kepada Radar Jogja, KTYH tidak mengetahui kemana anaknya dibawa. Termasuk sang menantu, cucu, dan anak bungsunya yang turut dibawa polisi pukul 11.30. Info sementara yang dia terima, AM ditangkap bersama seorang temannya En.

Terkait sosok En, perempuan sepuh ini sempat melihat beberapa kali. Dia mengetahui bahwa pria tersebut berdomisili di Dipowinatan, Keparakan, Mergangsan. Hanya, dia tidak mengetahui detail kegiatan En bersama anaknya AM.

“Anak saya kesehariannya tidak macam-macam,  tidak nganeh-anehi. Kalau temannya sering ke sini, biasanya bersihkan masjid,” katanya.

Saat kedatangan kedua, polisi memeriksa seluruh ruangan kamar. Selain gawai miliknya, polisi juga membawa gawai milik AM. Adapula buku tabungan yang dibawa dengan alasan barang bukti.

“Lemari tadi digeledah lalu saya tawarkan untuk menggeledah yang lainnya juga. Agar tidak dikira menyimpan apa-apa. Tadi juga sempat bawa jaket milik kakaknya (AM),” ujarnya.

Pukul 16.30, istri terduga Re, adik terduga Nv dan anak terduga datang. Ketiganya datang diantar sebuah mobil sedan milik polisi. Saat ditanya, Re enggan menjawab banyak dan langsung masuk ke rumah kontrakan.

“Saya juga belum ketemu suami saya, tadi dibawa ke Polda,” katanya singkat.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto mengaku belum mendapatkan informasi. Perwira menengah dua melati ini justru berdalih mendapat informasi saat dihubungi awak media. Dia memastikan telah bertanya ke jajaran Polsek Gondomanan, Polresta Jogja hingga Polda DIJ. “Saya belum dapat informasi tentang penangkapan itu,” katanya. (dwi/ila)

Hukum Kriminal