SLEMAN – Seorang ibu rumah tangga berinisial YK menjadi korban penikaman oleh pria tidak dikenal. Usai menikam dan melarikan diri, pelaku diduga melukai dirinya sendiri. Dugaan sementara, kasus tersebut berkaitan dengan asmara.

Kejadian berlangsung di Ketingan, Tirtoadi, Mlati pada Senin pagi (27/8). YK menderita luka sayat di tangan, punggung, dan leher. Serta luka tusuk di perut.
Pada saat hampir bersamaan sebuah laporan penganiayaan masuk ke Polsek Gamping. Laporan penganiayaan dengan senjata tajam kepada Ocim, 50.
Pelapornya adalah anak Ocim. Jajaran Polsek Gamping kemudian melakukan konfirmasi ke Polsek Mlati menduga ada kaitan pada kejadian di Ketingan tersebut.

“Seorang anak melapor jika bapaknya ditusuk orang. Saat kami kroscek ke Polsek Mlati muncul dugaan bahwa yang dilaporkan ke Polsek Gamping adalah pelaku di Mlati. Masih kami didalami, saat ini yang bersangkutan masih dirawat di RSA UGM,” kata Kapolsek Gamping Kompol Hendri Multi.
Sedangkan Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu belum bisa membeberkan detail penganiayaan dan motif penyerangan korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, YK dirawat di RS Queen Latifah.
“Ya benar ada peristiwa itu,” ujar Yugi.

Tetangga YK, Temu, membenarkan peristiwa tersebut. Namun pria paro baya tersebut tidak melihat langsung kejadian penganiayaan. Diduga kejadian pada pukul 10.00. Dia mendapati ceceran darah dari dalam hingga halaman rumah YK.

“Pagi itu saya tidak di rumah jadi tidak tahu persis kejadiannya karena sedang ngarit. Tapi saat pulang saya melihat banyak darah berceceran. Saat itu sudah ada polisi yang datang ke sini,” kata Temu ditemui di rumahnya, Selasa (28/8).
YK, menurut Temu, terkenal srawung dan dekat dengan tetangga. Ibu enam anak tersebut selalu berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga.

Temu mendapatkan info rumah korban sepi saat kakak korban tengah menjemput anak YK di sekolah. Jarak sekolah TK tidak jauh dari rumah. Saat menjemput, pelaku masuk ke rumah korban.
“Mungkin masuknya dari samping rumah karena langsung tembus jalan raya,” kata Temu.

Terbongkarnya aksi tersebut karena kakak YK masih melihat tersangka. Informasi menyebutkan bahwa pelaku masih memegang pisau. Masih berlumuran darah dan melarikan diri ke arah jalan raya. (dwi/iwa/mg1)

Hukum Kriminal