SLEMAN – Aksi lempar batu kembali terjadi. Korbannya seorang balita usia setahun, Faliqatul. Pelemparan terjadi Minggu malam (22/7) di ruas jalan Gendol, Tempel.

Saat itu, Kijang Super 1991 yang dikendarai ayah Faliqatul, Muhammad Ridwan, 30, melaju mendahului segerombolan pengendara motor. Ada yang melempar batu dan mengenai Faliqatul.
“Kena kaca depan kiri dan berlubang, kejadiannya jam 21.45. Anak saya digendong ibunya, Amalia, 30. Batu yang dilempar mengenai kepala anak saya,” kata Ridwan ditemui di RSUD Sleman, Senin (23/7).
Warga Seyegan tersebut mengaku mengendarai mobilnya dengan pelan. Dia sempat ragu mendahului rombongan motor tersebut. Saat seorang pengemudi ojek online mendahului, dia pun ikut menyalip rombongan pengendara motor tersebut.

Sekitar satu kilometer dari lokasi pelemparan, Ridwan melihat anaknya tersengal-sengal nafasnya. Faliqatul sudah bersimbah darah lalu dibawa ke klinik terdekat dan dirujuk ke RSUD Sleman.
Saat di klinik Faliqatul mendapatkan tiga jahitan. Berdasar pemeriksaan awal terdapat luka dalam dan terindikasi gegar otak. Tulang tengkorak sisi belakang retak.

Ridwan tidak mampu mengidentifikasi pelaku pelemparan karena kondisi gelap. “Rencananya akan saya rujuk di RS Panti Rapih tapi menunggu hasil dari RSUD Sleman. Hasil observasi tulang tengkorak retak,” ujar Ridwan.
Kondisi Faliqatul masih kritis. Ridwan belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi karena fokus ke penyembuhan anaknya. Ada personel kepolisian yang meminta keterangannya.
“Saat itu saya dari Semarang mau pulang ke Seyegan. Di dalam mobil juga ada anak kedua saya, Nawa, 5,” kata pria PNS di Solo tersebut. (dwi/iwa/mg1)

Hukum Kriminal