SLEMAN – Dua tahanan Polsek Ngaglik Nanang Bagus Hernawan, 24, dan Eko P, 27, kabur pada Jumat (22/6). Keduanya melarikan diri melalui ventilasi sel tahanan. Lubang udara tersebut mereka gergaji.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto memastikan kepolisian telah bergerak cepat. Polisi telah menyisir tempat tinggal hingga indikasi lokasi persembunyian.

“Keduanya warga Kricak, Tegalrejo, Jogja. Detail pelarian masih diselidiki. Termasuk alat yang digunakan untuk memotong ventilasi. Yang digergaji ventilasi kamar mandi ruang tahanan,” jelas mantan Kapolres Sleman Senin (25/6).

Insiden tersebut menjadi catatan kepolisian. Terutama terkait tata ruang hingga barang bawaan pengunjung. Unsur keteledoran petugas juga masih diteliti.

Yuliyanto mendorong petugas jaga lebih sigap. Tidak hanya mengawasi ruang tahanan, juga memeriksa barang bawaan penjenguk. Guna menghindari penyelundupan dengan memanfaatkan waktu besuk.

Dia mendorong setiap Polsek memiliki CCTV. Kamera pengintai ini berfungsi memantau tahanan. Langkah sebagai upaya preventif agar tahanan tidak kabur.

“Sebenarnya sudah ada SOP-nya baik Polsek, Polres maupun Polda. Personel harus sigap. Tidak mau menduga-duga apakah dari pembesuk atau darimana? Tapi mengapa tahanan bisa mendapatkan alat tersebut?” ujarnya.

Nanang dan Eko terlibat kasus pencurian di mess pemain PSS di Dusun Jongkang, Sariharjo, Ngaglik pada 3 Mei 2018. Kedua pelaku menggondol satu tas, lima pasang sepatu dan empat gawai. Selang dua hari (5/5) keduanya ditangkap atas laporan pemain PSS Irkham Zahrul Mila, 20.

Nanang tercatat sebagai residivis. Sebelumnya dia pernah ditangkap atas aksi pencurian. Saat itu Nanang mencuri laptop di sekitar Ngaglik. Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. (dwi/iwa/mg1)

Hukum Kriminal