RADAR JOGJA – Karung goni yang biasanya menjadi wadah untuk hasil pertanian. Tapi di tangan Tri Nur Utami diubah menjadi produk fesyen. Bahkan kini sudah memiliki pasar ekspor. Motif karung goni yang unik membuat produk fesyen juga lebih bernuansa etnik.

Dari bahan dasar karung goni bekas, warga Kulonprogo itu bisa membuat berbagai barang seperti tas, sarung bantal, dan dompet. Produknya diberi nama Ghoniku. Hasilnya pun unik. Karena motif karung goni yang cenderung klasik membuat produk fesyen buatannya lebih terlihat vintage.

Tri mengaku ide awal membuat pruduk Ghoniku berawal dari kecintaannya terhadap produk-produk fesyenn yang bernuansa etnik. Sulitnya mencari barang yang ia inginkan pada saat itu, mendorongnya untuk membuat produk sendiri. Beruntung produknya banyak diterima. Bahkan kini sudah menembus pasar mancanegara. Seperti Singapura dan Malaysia. “Awalnya itu saya suka dengan barang-barang etnik. Kemudian berinisiatif untuk membuat sendiri, ternyata banyak yang minat,” ujar Tri saat ditemui Radar Jogja beberapa waktu lalu.

Dalam proses pembuatannya, Tri menggunakan bahan baku kain goni bekas yang diolah sendiri. Dalam pengolahannya pun tidak sembarangan. Karung goni bekas perlu dicuci bersih agar tidak menimbulkan iritasi atau gatal bagi orang yang memakainya. Namun apabila konsumen menginginkan produk fesyen dari karung goni baru, ia juga bisa memenuhinya.

Setelah karung goni sudah dalam kondisi bersih, bahan yang biasa digunakan untuk pembungkus hasil bumi itu kemudian diberi pola sesuai produk yang ingin dibuat. Apabila ingin hasil yang lebih unik, produk Ghoniku juga bisa dipadu padankan dengan kain lainnya.”Contohnya seperti kain batik atau tenun, sehingga motifnya menjadi lebih beragam,” terang Tri.

Berbicara masalah harga, produk Ghoniku terbilang cukup terjangkau karena hanya dibandrol Rp 35 ribu untuk produk tas dan kisaran Rp 200 ribu untuk produk tas berukuran besar. Harga tersebut ditentukan dari tingkat kerumitan dan variasi bahan yang digunakan.

Untuk pemasarannya, Tri mengatakan bahwa produk Ghoniku bisa didapatkan langsung di rumah produksinya yang beralamat di Padukuhan Wetan Pasar, Kalurahan Jogoyudan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulonprogo. Namun bila ingin membelinya secara online produk buatannya juga tersedia di semua platform belanja online. “Kami juga pasarkan di gerai yang ada di Yogyakarta Internasional Airport (YIA),” imbuh Tri. (inu/pra)

Kombis