RADAR JOGA- Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) DIJ, Tahun 2020 terutama realisasi anggaran belanja negara sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam merespon dampak pandemik Covid-19. Perubahan signifikan terjadi pada APBN 2020 dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) 54/2020 dan Perpres 72/2020.

Realisasi belanja negara di wilayah DIJ sampai dengan 31 Desember 2020 telah mencapai Rp20,25 triliun (97,12%), untuk kinerja penyerapan belanja pemerintah pusat telah mencapai 93,28% (Rp9,90 triliun), serta realisasi TKDD yang mencapai Rp10,24 triliun (99,15%).

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIJ, Sahat M.T. Panggabean menjelaskan,” Adanya pandemi Covid-19, membuat prioritas belanja lebih mengarah pada sektor kesehatan, bantuan sosial, dan pemulihan ekonomi”, ujarnya saat ditemui Selasa pagi (9/2)

Sahat menambahkan, Perpres ini berfokus pada penajaman program Covid-19 dengan fokus pada intervensi kesehatan melalui berbagai kegiatan penanganan Covid-19 serta dukungan anggaran dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). (sky)

Kombis