JOGJA – Pengusaha ritel di DIJ optimistis tingkat inflasi di tahun 2014 tidak setinggi tahun lalu. Hal tersebut didapat berdasarkan hasil survei penjualan eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) selama semester pertama 2014.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ Arief Budi Santoso mengungkapkan optimisme tercermin dari ekspektasi terhadap tingkat inflasi pada tiga hingga enam bulan mendatang. Di mana indeks ekspektasi rata-rata tahun 2014 sebesar 141,62. Angka ini lebih rendah dibandingkan indeks ekspektasi rata-rata di tahun 2013 sebesar 152,54.
“Ada indikasi bahwa tekanan inflasi berkurang cukup signifikan baik dari sisi demand maupun supply,” kata Arief kepada wartawan kemarin (2/6).Menurut Arief meskipun telah menunjukkan tren perbaikan, Indeks Penjualan Riil (IPR) selama semester pertama tahun 2014 rata-rata hanya tumbuh sebesar 0,92 persen. Angka tersebut, jelasnya, lebih kecil dibandingkan IPRselama semester pertama di tahun 2013 yang rata-rata tumbuh sebesar 1,39 persen.
“Hal ini juga terkonfirmasi dari hasil Survei Konsumen (SK) yang menunjukkan adanya perlambatan pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK),” terangnya.Dari hasil SPE di bulan Juni 2014, kata Arief, majunya bulan puasa tahun juga berpengaruh pada tingkat konsumsi khususnya yang disumbang oleh wisatawan domestik. Dengan bergeser majunya bulan puasa, musim liburan sekolah menjadi lebih sempit sehingga mempengaruhi kunjungan wisatawan domestik.Selain itu, tambahnya, pengusaha ritel memperkirakan bahwa bila pada tahun sebelumnya puncak permintaan berlangsung sampai bulan September. Di tahun ini puncak permintaan hanya akan sampai bulan Agustus saja, mengingat pasca lebaran tingkat konsumsi masyarakat akan kembali ke level normal.Sementara dari sisi pengusaha ritel hasil pertanian, Arief mengungkapkan, bahwa hasil panen bahan pangan dan hortikultura selama semester pertama tahun 2014 dinilai lebih optimal dibanding tahun lalu. “Hal ini merupakan kabar baik mengingat tingkat inflasi di DIJ banyak dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas di dua kelompok tersebut,” jelasnya. (bhn/ila)

Kombis