JOGJA – Royal Ambarrukmo Hotel Jogjakarta menawarkan sajian teh yang diberi label Royal Hi Tea. Sajian teh tersebut dapat dinikmati oleh tamu-tamu hotel untuk merasakan sensasi prosesi jamuan minum teh setiap hari Jumat sore sembari menikmati komunitas jemparingan.Public Relations Manager Royal Ambarrukmo Hotel Jogjakarta Wiwied A Widyastuti mengatakan Royal Hi Tea atau yang bisa disebut Patehan adalah sebuah tradisi keraton. Yaitu tradisi minum teh di pagi atau sore hari yang dilakukan sultan. Tradisi prosesi minum teh ini, masih dilakukan di Keraton Jogja hingga saat ini. Nama Patehan diambil dari sebuah bangsal yang terdapat di Keraton Jogja. “Di bangsal itulah tempat memproses penyajian teh yang akan disajikan untuk Sri Sultan Hamengku Buwono. Nah, Royal Ambarrukmo Jogjakarta menawarkan pengalaman yang dapat dinikmati oleh tamu-tamu hotel untuk merasakan sensasi prosesi jamuan minum teh. Patehan diadakan setiap Jumat sore sembari menikmati komunitas jemparingan,” tandasnya.
Wiwied menjelaskan kebanyakan orang merujuk high tea adalah sajian berkelas tinggi karena mereka pikir itu terdengar agung dan luhur. Ketika dalam semua aktualitas, High Tea atau meat tea adalah sebuah acara minum teh yang dilakukan menjelang makan malam. Hal ini terjadi di Inggris pada masa lalu. “High tea sering juga disebut afternoon tea, karena biasanya diambil pada sore hari. Juga disebut low tea karena biasanya diambil di ruang duduk atau tempat yang menarik dengan meja-meja rendah seperti meja kopi yang ditempatkan di dekat sofa atau kursi,” paparnya.
Selain memiliki sajian Royal Hi Tea dengan hiburan jemparingan, hotel di Jalan Laksda Adisucipto ini juga menambahkan pelayanan dengan menyajikan Royal Ambarrukmo Hi Tea untuk tamu-tamu yangbersantai di Lobby Bar atau Terras Lobby Bar. Tak hanya itu, tamu juga bisa merasakan berbagai makanan ringan, kue dan minuman. “Kopi dan teh setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 17.00 dengan harga hanya Rp. 75.000 net untuk dua orang,” ungkapnya. (pra/ila)

Kombis