JOGJA – Jelang puasa merupakaan titik rawan terjadinya peningkatan inflasi. Salah satu yang menyebabkan kenaikan angka inflasi adalah tingginya ekspektasi pasar.Pengaruh ekspektasi pasar terhadap terjadinya inflasi, membuat Pemda DIJ meminta masyarakat untuk mengendalikan konsumsi barang-barang sesuai dengan kebutuhan. Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIJ Didik Purwadi mengatakan akan merangkul masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi kebutuhan selama bulan puasa. “Tren menjelang maupun saat puasa konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan pokok selalu naik. Padahal esensi puasa adalah pengendalian diri. Mau digelontorkan berapapun bila perilaku masyarakat tidak dikendalikan, maka harga-harga tetap naik,” kata Didik usai peresmian Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Kabupaten/Kota di DIJ, Senin (23/6).
Kenaikan harga barang jelang puasa, kata Didik, merupakan dampak psikologis masyarkat. Upaya untuk merangkul masyarakat terutama pemuka agama akan dilakukan. Hal ini untuk memberikan pemahaman terhadap perilaku konsumtif berlebih selama puasa.Didik menjelaskan selain merangkul masyarakat dalam pengendalian inflasi, pihaknya akan menggelar operasi pasar berkala selama puasa. Dengan operasi pasar tersebut diharapkan kenaikan harga bisa terpantau dan dapat dikendalikan.Sementara itu, bertempat di Hotel Inna Garuda TPID di lima kabupaten/kota DIJ telah diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX bersamaan dengan penandatanganan MoU Tim TPID se-kabupaten/kota dengan Pemerintaah DIJ. “Fungsinya untuk berkoordinasi. Bila TPID yang ada di daerah ini sudah berjalan, kami akan melakukan pemantauan,” kata Didik.
Didik menjelaskan pembentukan TPID di setiap daerah sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri. Namun sebelum instruksi tersebut dikeluarkan, pihaknya sudah memiliki rencana membentuk tim TPID di masing-masing daerah. Pembentukan TPID di daerah memiliki peran penting dalam mengendalikan laju inflasi. Sebab berdasarkan catatan 77 persen inflasi nasional disumbangkan oleh inflasi yang ada di daerah.Selama ini, Didik mengklaim bahwa TPID DIJ telah berhasil memaksimalkan pengendalian inflasi di daerah. Berkat antisipasi tersebut, pada 2013 inflasi DIJ sebesar 7,32 persen di bawah inflasi nasional sebesar 8,38 persen.Wakil Gubernur Paku Alam IX dalam sambutannya mengatakan pengendalian inflasi penting untuk mengatur laju ekonomi. Selama ini inflasi menjadi momok utama yang harus diperangi. ” Keberadaan TPID menjadi titik simpul dalam pengendalian inflasi daerah. Terutama pengendalian komoditas kebutuhan pokok dan hasil pertanian,” jelasnya. (bhn/ila)

Kombis