JOGJA – Piala Dunia Brasil 2014 memberi keuntungan bagi pelaku usaha merchandise di Jogjakarta. Keuntungan yang diperoleh merupakan efek pesta sepak bola empat tahunan. Jumlah keuntungan yang diraup melonjak hingga 200 persen.Ini dialami salah satu rumah produksi maskot piala dunia ‘RoesOne Production’ di Jalan Ismoyo Singosaren Wirobrajan Kota Jogja. Sejak memproduksi maskot bernama Fuleco Armadilo, keuntungan yang diperoleh saat penyelenggaraan terus meningkat. “Sebelum penyelenggaraan piala dunia, rata-rata perbulan omzet penjualan Rp 60 juta – Rp 80 juta. Kini omzet mencapai Rp 100 juta – Rp 150 juta,” kata Suyud Ahmad, salah satu pendiri RoesOne Production, kemarin (22/6).
Berkat momen piala dunia, ungkap Suyud, ada peningkatan 200 persen. Sejak ditawarkan Februari lalu, puluhan ribu boneka Fuleco sudah dipesan.Ia meneruskan, pemesanan diterima tidak hanya berasal dari Jawa. Tetapi dari sejumlah wilayah di Indonesia. Ribuat boneka maskot yang diproduksi didistribusikan ke sejumlah toko, instansi, dan perhotelan.Setiap harinya, RoesOne Production memproduksi 200 boneka dengan target produksi 10 ribu boneka setiap bulan. Boneka-boneka tersebut diproduksi dari pesanan pembeli.Mahasiswa semester akhir Jurusan Teknik Informatika STIMIK Amikom ini mengatakan, harga boneka maskot relatif terjangkau. Untuk ukuran 25 centimeter, dijual Rp 22 ribu untuk pesanan seribu.
“Bila pembelian satuan, boneka dijual dengan harga Rp 30 ribu,” katanya.Suyud menjelaskan, bisnis boneka tersebut dirancang sejak 2013 bersama Rusfan Hamid. Sebelum mengerjakan boneka maskot Fuleco, rumah produksi mereka mengerjakan pesanan boneka maskot dari KPU Pusat sebanyak 5 ribu buah. “Kami juga memproduksi ribuan maskot boneka dari Pemprov Jawa Tengah dan Pomnas UNY,” katanya.Kini rumah produksi tersebut memiliki 25 karyawan tetap dan puluhan karyawan freelance. Ia berharap tempat usahanya semakin berkembang, sehingga mengurangi angka pengangguran.Sementara itu, Rusfan mengaku awal dirintisnya usaha tersebut bermodalkan keberanian. Sebab mereka tidak memiliki keahlian membuat boneka.
“Kami belajar secara otodidak membuat pola boneka. Ketika mendapatkan order boneka pertama kali, modalnya hanya Rp 9 juta,” katanya.(bhn/hes)

Kombis