JOGJA – Berbagai produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) khas Jogjakarta dan daerah lain di Indonesia ditampilkan dalam Jogja Istimewa Craft Expo. Even ini diselenggarakan 17-22 Juni 2014 di Alun-alun Utara Jogjakarta. Pameran yang diprakarsai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIJ diikuti 100 perajin dari dalam maupun luar.
“Dari acara tersebut diharapkan perajin bisa meraih peningkatan pendapatan hingga 25 persen dibanding hari biasa,” kata Ketua Dekranas DIJ GKR Hemas dalam pembukaan kegiatan, Selasa (17/6). Hemas mengatakan kegiatan pameran ini diharapkan memberikan fasilitas kepada para perajin untuk mengembangkan potensi yang dimiliki setiap tahun. Selain itu, pameran ini juga sebagai ajang memperkenalkan karya seluruh kerajinan yang ada di Indonesia.
“Jogja Istimewa Craft Expo sebagai penanda bahwa masyarakat perajin punya ajang pameran tetap,” tegasnya.
Hemas mengatakan pameran yang baru pertama kali diselenggarakan ini diharapkan bisa menjadi salah satu ikon keistimewaan DIJ. Keistimewaan tersebut bisa dilihat dari penyelenggaraan pameran digelar di Alun-alun Utara. Apalagi, penyelenggaraan Jogja Istimewa Craft Expo bertepatan dengan musim liburan sekolah. Sehingga pengunjung yang datang ke pameran bukan saja berasal dari Jogjakarta, tetapi masyarakat dari luar.
Hemas memaparkan pameran kali ini menampilkan 84 stan yang terdiri dari 48 stan kerajinan dan 36 stan kuliner tradisional. Menurutnya setiap stan tersebut menampilkn ciri khas dari masing-masing daerah. Di tempat yang sama, Gubernur DIJ, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan pameran kali ini haruslah memiliki keistimewaan tertentu. Pameran yang digelar diusahakan harus memiliki diferensiasi produk. “Perajin kita bisa memasuki pasar ekspor, karenanya harus banyak belajar seluk-beluk, kemampuan negosiasi. Momentum ini dapat dijadikan wahana sharing pengetahuan dan pengalaman,” katanya. Sementara perwakilan panitia penyelenggara kegiatan Ronni Guritno menjelaskan pihaknya berencana menjadikan kegiatan ini sebagai ajang tahunan. Dengan menjadi kegiatan tahunan diharapkan perkonomian dari perajin Jogjakarta dan yang lainnya bisa meningkat. (bhn/ila)

Kombis