JOGJA – Rangkaian kegiatan hari ulang tahun (HUT) ke-14 Jawa Pos Radar Jogja terus berlanjut. Setelah sukses melaksanakan senam sehat di depan Gedung Agung, Radar Jogja kembali menggelar kegiatan dalam rangka memperingati hari jadinya. Kali ini, acara dalam bentuk kegiatan sosial.
Dengan menggandeng PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Radar Jogja memberikan bantuan dana pendidikan untuk anak-anak di Panti Asuhan Pesantren Darul Yatama, Blotan, Wedomartani Sleman, Senin (28/4) kemarin.
Penyerahan bantuan dilakukan Direktur Radar Jogja Abdi Daruzzaman Noor kepada Pengasuh Pesantren Darul Yatama KH Muhammad Labib. Dari Radar Jogja hadir pula Manajer Iklan Syukron Arif Muttaqien dan Manajer Pemasaran Joko Suhendro. Sedang dari PT Sumber Alfaria Trijaya hadir Branch Location Manager Nanang Mulyana dan Coordinator Coorporate Comunication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Branch Klaten Budi Santosa.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu untuk mencukup kebutuhan dari anak-anak dan santri disini,” harap Abdi.
Abdi mengungkapkan dalam rangka HUT ke-14, Jawa Pos Radar Jogja menggelar berbagai macam kegiatan. Antara lain pementasan wayang, senam sehat, lomba lukis dan mewarnai, bantuan anak yatim dan donor darah. “Acara sudah kita mulai sejak awal Maret lalu. Untuk meningkatkan hubungan baik dengan relasi, kita selalu menggandeng mitra dalam kegiatan-kegiatan yang digelar,” paparnya.
Sementara itu, Coordinator Coorporate Comunication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Branch Klaten Budi Santosa mengaku bangga bisa ikut berpartisipasi dalam program bantuan kepada panti asuhan. Dia menjelaskan bantuan ke anak-anak panti asuhan ini merupakan salah satu program yang rutin digelar Alfamart dalam berbagai kesempatan. Diakui, program ini dipilih karena dinilai lebih bisa mengena sasaran.
“Masih banyak anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Makanya dengan program bantuan pendidikan ini semoga bisa ikut sedikit membantu para anak yang ada di sini dalam bidang pendidikan,” jelasnya.
pengasuh Pesantren Darul Yatama KH Muhammad Labib mengaku gembira dengan bantuan yang diberikan. Dijelaskan, di pesantren yang dikelolanya ada sekitar 120 anak. Mereka terdiri dari anak yatim, piatu dan dari kalangan kurang mampu.
“Memang ini adalah panti asuhan yang kita kelola dengan sistem manajemen pesantren. Jadi anak di sini juga mendapatkan pelajaran seperti layaknya di pesantren,” tandasnya. (sam/ila)
 

Kombis